Justice For Atlanta

Justice For Atlanta

  • WpView
    Reads 45
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jan 31, 2018
Bagaimana jika Atlantis kembali muncul ke permukaan, membawa semua peradaban yang pernah hilang, bersama para penduduk Atlantis yang mengisolasi dirinya dari pandangan dunia luar. Menjadikannya kota terapung yang tidak diketahui oleh radar satelit sekalipun itu canggih. Hanya orang - orang terpilih yang dapat memasuki kota ini. Tetapi siapa yang tahu jika skenario Tuhan bisa berada di luar alur fikiran manusia. Sesaat kota yang begitu diagungkan pun lenyap, kejadian yang sama terulang kembali untuk kedua kalinya. Berawal dari kisah ini 5 orang peneliti dan 7 orang pelajar yang sama -sama berpetualang di pulau tersebut tanpa mengetahui akan bahaya yang siap melambaikan kematian. Atlantis hanyalah sebuah gerbang kematian!. Ya, Selangkah kau masuk dewa kematian tidak akan segan untuk memberhentikan waktu disekelilingmu! Berhenti! jangan kau lanjutkan untuk mengetahui lebih dalam tentang kota ini, terkadang rasa ingin tahu itu akan membuat nyawamu kabur dengan sendirinya. Tapi bukankah memang jalan kehidupan itu untuk mati? " Our way of life is dying ". Jadi tidak akan ada kata mundur diantara kami. Terbunuh karena mengungkap kebenaran terasa lebih terhormat di mata Tuhan, bukan? .... -Rain
All Rights Reserved
#11
fantasia
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Deo Juvante
  • Misteri KKN Di Desa Penari
  • 𝐬𝐞𝐜𝐨𝐧𝐝 𝐭𝐫𝐚𝐝𝐞
  • Evanescent
  • RUMAH SINGGAH ✔️
  • Faith in You : The Seeker
  • Dijual Kemafia Kejam
  • {𝐄𝐍𝐃}Catatan Teman yang Sudah Mati
  • ALTARSYA

"Rabbi Yeremia Ben Eleazar berkata, 'Gerbang Neraka ada tiga: yang pertama di gurun, yang kedua di lautan, dan yang terakhir di Yerusalem.'" Kini Gerbang Neraka telah terbuka di Yerusalem. Dan kegelapan pun turun ke atas dunia. Dunia telah jatuh dalam kehancuran. Manusia berpaling dari Tuhan, dari Terang Sejati, dan memilih tenggelam dalam kegelapan yang mereka ciptakan sendiri. Dari kejatuhan itu, bangkitlah mereka yang telah meninggalkan cahaya-Para Orang Sesat Terkutuk, prajurit yang mengangkat senjata bukan untuk keadilan, tetapi demi kekuatan yang tidak suci. Langit menghitam, tanah membusuk, dan doa-doa terasa kosong. Tidak ada tempat yang aman, tidak ada dinding yang cukup kuat untuk menahan gelombang kegelapan yang datang. Tetapi masih ada mereka yang berjuang, mereka yang menolak menyerah pada keputusasaan. Perjalanan ini bukan sekadar perjalanan tubuh, tetapi perjalanan iman. Di dunia yang telah kehilangan cahaya, apakah janji Tuhan masih tetap ada? Di antara reruntuhan peradaban, di bawah langit yang penuh murka, mereka berjalan. Mereka yang percaya. Mereka yang ragu. Mereka yang hanya ingin bertahan satu hari lagi. Ketika Dunia menjadi Gelap, Tuhan pun bersabda "Jadilah Terang!" ---------------------- Novel ini berada dalam Dunia Fiksi yang saya buat, Dunia ini disebut "Terra Qua Deus Vestigia Posuit atau Tanah di Mana Tuhan Menjejakkan Kaki. Dunia adalah Dunia Sejarah Alternatif dari Dunia kita.

More details
WpActionLinkContent Guidelines