The White [m.l]

The White [m.l]

  • WpView
    Reads 575
  • WpVote
    Votes 90
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing48m
WpMetadataNoticeLast published Sat, Feb 4, 2017
WpInfo
Fanfic
NCT
Mark Lee dan teman-temannya bertaruh;menangkan hati seorang gadis dan kau akan dapatkan uang. Taruhan sederhana yang sering dimainkan anak-anak muda. Target mereka kali ini adalah si ketua murid, si nona sempurna yang gila hormat, Jung Jaemi. Bukan hal yang mudah, tentu, karena Jaemi begitu sulit didekati. Begitu dingin dan begitu berbeda dari gadis-gadis seumurannya. Meskipun begitu, Mark tetap menerima tantangan itu. Ia tak menginginkan uang, yang ia inginkan hanyalah bersenang-senang. Bermain-main dengan gadis seperti yang biasa ia lakukan. Ia mendekati Jaemi dengan penuh percaya diri dan dengan keyakinan bahwa ia tak akan jatuh hati. Gadis itu yang akan jatuh padanya. Tapi seiring berjalannya waktu, segala hal berlanjut seperti karma. Jaemi besikap semakin dingin dan Mark sendiri malah semakin jatuh pada gadis itu. Copyright © 2016 by phoenixkyeong [Bahasa] Book 1 of 'The Color Series'
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Boyfriend Contract to Husband
  • Eyes Contact [Jefri Nichol]
  • C | Senja Terakhir Kita
  • SILENT
  • Jumeaux • njm ft. ljn ✓
  • Wretched [NoMin] -END-
  • Lelaki Itu Takdirku
  • PELAYAN SETIA HARUS SEPERTI BIASA
  • Mawar Terakhir | (COMPLETED)

"Be my boyfriend. For 6 months." Hessa ulang lagi. Mata ralit memerhati roman tampan si jejaka. Tampan sungguh! Kulit putih bersih. Hidung mancung. Nasib tak setinggi KLCC. Mata bulat, bulu mata lentik. Kalah mascara perempuan! Bibir bak delima, okay! Merah-merah strawberry gitchu.. Tak payah cakap bab tinggi. Rasanya, 190 cm. Sebab Hessa cuma takat dada dia saja. Berjambang rapi, ala-ala Burak Ozcivit! Lelaki yang tepat untuk jadi kekasih contract dia! Niatnya cuma satu! Nak show off dekat makcik-makcik bawang serta kawan-kawan yang selalu ejek dia tak laku. Yang selalu bising suruh dia cari pasangan. Dan lelaki asing ni, sangatlah sesuai untuk menyandang gelaran itu. "Yes, or no?" "No. Let's just be a friends. A bestfriend." Hessa kemam bibir. Terang-terangan dia kena reject. Nampak sangat, stok-stok muka dia bukan taste lelaki kacak itu. Hessa kemam bibir. Terang-terangan dia kena reject. Nampak sangat, stok-stok muka dia bukan taste lelaki kacak itu. "No, thanks. You only have one choice. Be my boyfriend contract for 6 months. Take it or leave it." Hessa bertegas. Kali ni, biar dia yang aturkan jalan hidup dia. Biar dia yang corakan apa yang dia mahu. Selama ini, dia biarkan lelaki yang memilih sehingga pada akhirnya dia bukan pilihan. Hanya luka yang menjadi teman. Kali ni, biar dia pilih luka yang dia inginkan. "We still don't know each other. So, how we can be a couple?" "Take it or leave it." Hessa berkeras. "Let's be a friend, first." Dia lagi berkeras. "Then, today is our last day. I don't go out with friends. Male friends." Dia beranikan diri cakap macam tu. Walaupun hakikatnya, dia nak sangat lelaki tu setuju menjayakan plan dia.

More details
WpActionLinkContent Guidelines