Karena Kamu

Karena Kamu

  • WpView
    Reads 5,512
  • WpVote
    Votes 481
  • WpPart
    Parts 32
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Sep 27, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
Berniat melupakan mantan yang masih menghuni hatinya, Rihany mengikuti saran temannya untuk pergi ke club malam. Di sana kemudian dia bertemu dengan Aaron Marvel Harisson. Dia mengira pria itu pria malam. "Saya akan memberikan kamu uang, sebagai ganti rugi. Kamu hanya perlu menyebutkan berapa nominal yang harus saya keluarkan." Aaron merasa sangat lucu ketika mendengar perkataan yang keluar dari mulut wanita itu lagi. Di lain sisi, dia juga merasa tersinggung dengan perkataan Rihany. Kenapa harus menyinggung masalah uang? Apa perempuan itu pikir dia kesusahan dalam hal ekonomi? Dia bahkan bisa membeli hotel yang mereka tempati sekarang ini. "Tadinya aku ingin memberikannya secara gratis khusus untuk kamu. Tapi, karena kamu bersikeras ingin membayar, maka kamu harus membayarku setidaknya seharga satu buah mobil. Itu harga yang paling murah." Rihany langsung tersedak oleh ludahnya sendiri. Jangankan mobil, motor aja dia nggak punya. "Apa? Kenapa begitu mahal?" Rihany terkejut dengan harga yang pria itu tawarkan. Dia harusnya menanyakan tarif pria itu lebih dulu sebelum merayunya. Sekarang dia tidak tahu bagaimana cara membayar pria itu. Aaron merasa puas ketika melihat raut wajah Rihany. "Kamu tidak seharusnya memberikan harga semahal itu! Lagi pula pelayanan kamu tidak memuaskan." Rihany terpaksa berbohong demi kenyamanan dompetnya. Astaga! bahkan jika dia menjual semua barang yang dia punya tidak akan cukup membeli sebuah mobil, bekas sekalipun. Kecuali, menjual ginjal mungkin? "Kamu bilang apa? Tidak memuaskan?" Aaron berdiri seraya menatap tajam perempuan yang ada di depannya itu. Ego seorang Aaron Marvel Harrison benar-benar terusik. Terlebih hal ini menyinggung masalah kelelakiannya. Aaron melepaskan satu per satu kancing kemeja yang sudah dia pakai tadi. "Mari kita buktikan lagi. Kalau hanya sekali memang tidak terlalu terasa." Mata Rihany membulat setelah mendengar perkataan pria itu.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Aksara Nifa [End]
  • Angel
  • KEAJAIBAN IV
  • FRIEND WITH BENEFIT (SELESAI)
  • RAYXCAIN
  • [END] Suami Pengganti Adalah Orang Kaya Yang Tak Terlihat
  • GAIRAH CINTA HOT DUDA (TAMAT)

"GAUSAH PEGANG PEGANG, CEWE GUE LABEL HALAL. " ucap rayza dengan pandangan tak suka. "tch. Bodoh. " ucap pria tadi meninggalkan aku dan rayza, rayza langsung membalikkan tubuhnya kearahku, "faa, jangan ladenin cowo seperti dia. " ucap rayza menggenggam erat tanganku. "Emm iyya dehh. " ucapku mengangguk "Basically, kita sama sama suka, tapi kenapa nggak pacaran ya?. " tanya rayza, membuatku terkejut. "Mungkin aja saling suka za, tapi lo tau kan gue ga boleh pacaran. " ucapku mengusap tangannya. "Serta, lo nyaman nyaman aja di zona teman gini. " ucap rayza yang membuatku mengangguk dengan kuat. Rayza menyuruhku masuk ke dalam asrama, aku segera masuk dan tidur. Sementara itu rayza.. . . . . . "Lo suka sama nifa kan?. " ucap Diego "Gue?!. " tanya Marvel yang dibalas anggukan oleh Diego. "Kamu nanyaa?? . " ucap Marvel sedikit bercanda. "GUE serius. " ucap Diego. "Kalau suka, bukan hanya suka. Gue itu cinta bahkan sayang sama dia. " ucap Marvel. "Trus? Kenapa lo ga ngejar?. " tanya Diego. "Gue ikhlas dia sama siapa aja, asal dia bisa bahagia, " ucap Marvel menatap kearah langit. "Look at the sky, you can see the beauty without touching it. That's how i like nifa. " ucap Marvel "Heumm, lo emang lelaki sejati, tapi yakin ? Mau lo lepasin gitu aja?. " tanya Diego. Marvel mengangguk. "Bahkan kalaupun gue mati demi dia, gue rela. " ucap Marvel tulus dari hatinya. "Andai gue cewe, lo pasti gue kejar kejar bro. " ucap Diego menepuk pundak Marvel "Sepertinya lo udah ga waras. " ucap Marvel dengan tersenyum. . . . . . Hadirmu sebagai sosok nirmala tlah membuat asmaraloka tumbuh diantara kita. Namun sayangnya, semesta tak memberikan abimantrananya untuk kita menjalin grantha lebih lama. ~Anifa Kayla Cahanan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines