Karena Kamu

Karena Kamu

  • WpView
    Reads 5,504
  • WpVote
    Votes 481
  • WpPart
    Parts 32
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Sep 27, 2025
Berniat melupakan mantan yang masih menghuni hatinya, Rihany mengikuti saran temannya untuk pergi ke club malam. Di sana kemudian dia bertemu dengan Aaron Marvel Harisson. Dia mengira pria itu pria malam. "Saya akan memberikan kamu uang, sebagai ganti rugi. Kamu hanya perlu menyebutkan berapa nominal yang harus saya keluarkan." Aaron merasa sangat lucu ketika mendengar perkataan yang keluar dari mulut wanita itu lagi. Di lain sisi, dia juga merasa tersinggung dengan perkataan Rihany. Kenapa harus menyinggung masalah uang? Apa perempuan itu pikir dia kesusahan dalam hal ekonomi? Dia bahkan bisa membeli hotel yang mereka tempati sekarang ini. "Tadinya aku ingin memberikannya secara gratis khusus untuk kamu. Tapi, karena kamu bersikeras ingin membayar, maka kamu harus membayarku setidaknya seharga satu buah mobil. Itu harga yang paling murah." Rihany langsung tersedak oleh ludahnya sendiri. Jangankan mobil, motor aja dia nggak punya. "Apa? Kenapa begitu mahal?" Rihany terkejut dengan harga yang pria itu tawarkan. Dia harusnya menanyakan tarif pria itu lebih dulu sebelum merayunya. Sekarang dia tidak tahu bagaimana cara membayar pria itu. Aaron merasa puas ketika melihat raut wajah Rihany. "Kamu tidak seharusnya memberikan harga semahal itu! Lagi pula pelayanan kamu tidak memuaskan." Rihany terpaksa berbohong demi kenyamanan dompetnya. Astaga! bahkan jika dia menjual semua barang yang dia punya tidak akan cukup membeli sebuah mobil, bekas sekalipun. Kecuali, menjual ginjal mungkin? "Kamu bilang apa? Tidak memuaskan?" Aaron berdiri seraya menatap tajam perempuan yang ada di depannya itu. Ego seorang Aaron Marvel Harrison benar-benar terusik. Terlebih hal ini menyinggung masalah kelelakiannya. Aaron melepaskan satu per satu kancing kemeja yang sudah dia pakai tadi. "Mari kita buktikan lagi. Kalau hanya sekali memang tidak terlalu terasa." Mata Rihany membulat setelah mendengar perkataan pria itu.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • KEAJAIBAN IV
  • FRIEND WITH BENEFIT (SELESAI)
  • "LOVE AGAIN"
  • Aksara Nifa [End]
  • Eat, Bread and Love (TAMAT)
  • GARIS SUNYI YANG BERTAUT
  • CINTA SELEBGRAM DAN TUAN CEO (SELESAI)
  • Naughty Nanny

Kisruh Semua kejadian berawal di malam minggu. Saat Rendhy pulang dari meeting dengan kliennya. Dia tidak memenuhi janjinya datang ke rumah mama malam itu. Aku gondok. Dan menunggu dia datang di kamar sambil menonton tivi. Rani dan Wira, si kembar sudah kutidurkan dari tadi. Lagipula ini sudah larut. Pukul 10.53 menit malam. Rendhy akhirnya pulang. Masih dengan kemeja yang tadi sore dikenakannya, dia kelihatan sangat capek. Lengan kemejanya sudah tergulung sampai ke siku. Aku sengaja mematikan lampu kamar dan hanya menyalakan lampu tidur yang samar-samar. Suara tv memang ku setel pelan. Rendhy pasti mengira aku sudah tidur. Dia membuka pakaian, mengenakan piyama, terus ke kamar mandi. Sesaat dia naik ke tempat tidur. Aku menyapanya. "Mas, koq pulang malam? Meetingnya lamanya?" Rendhy kaget dan menoleh ke arahku. "Kamu belum tidur", sapanya sambil mengecup keningku. "Ya belumlah, kan aku nungguin kamu. Aku khawatir tadi kamu kenapa-napa. Mau hubungi kamu handphone kamu ketinggalan".

More details
WpActionLinkContent Guidelines