With You : I Can See The World [COMPLETED]

With You : I Can See The World [COMPLETED]

  • WpView
    Dibaca 4,918
  • WpVote
    Vote 1,192
  • WpPart
    Bab 26
WpMetadataReadLengkap Sel, Nov 29, 2016
WpInfo
Fiksi
Romansa
Dinginnya malam, panasnya mentari, sejuknya angin sore yang ia rasakan. Kicau burung, nyanyian nyanyian, bising kendaraan yang ia dengar. Macam rasa ia coba, tapi tak ada yang sepahit hidupnya. Hatinya sedingin es, hatinya sekelabu awan hujan. Cerita seorang gadis buta penjual bunga, dengan lelaki jangkung yang suka mengabadikan momen hidupnya kedalam sebuah kamera. Yui Yamamoto : "Seperti apa wajah lelaki itu?" Zaky Bima Putra : "Aku ingin menjadi mata hidupnya. Melindunginya, merengkuhnya dengan hangat."
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#135
perkuliahan
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Preman Sekolah Jatuh Cinta (PINDAH KE DREAME)
  • Snowy Miracle (✔) [PROSES PENERBITAN]
  • IGNITES (END)
  • Pluviophile [END]
  • Raden Jeihan
  • The Moment of Youth•✔
  • Eleutheromania [M] ✔
  • After Transmigrating into a Short-lived White Moonlight [End]

Tepat di depan mata. Raiya seakan membeku disana, matanya nggak terlepas dari mobil yang baru saja terlempar tepat di depannya. Entah kenapa keadaan seolah semakin mendramatisir, hujan turun dengan derasnya sore itu, memadamkan api yang berasal dari ledakan mobil di depannya. Suara sirine ambulans saling bersautan dengan suara sirine mobil polisi, keadaan semakin kacau. Beruntung, yah Raiya bersyukur seseorang yang berada di dalam mobil itu sudah diselamatkan sebelum mobil meledak. Dan seketika itu pula, tubuh Raiya langsung limbung terjatuh begitu saja, isakan tangisnya semakin jelas terdengar meski di bawah guyuran hujan. Satu patah kata pun nggak bisa terucap, ingin sekali dia menghampirinya yang sudah berada di mobil ambulans, tapi kakinya masih saja membeku di tempat. Hanya sesak yang terasa. "Kak Chi-ko ...." "Dia nggak akan kenapa-kenapa! Ayo Ray, gue anter pulang sekarang!" ajak paksa seseorang yang sudah berdiri sejak tadi di belakang Raiya, tapi Raiya hanya bergeming. Seseorang itu samasekali nggak menduga kalau hal semacam ini akan terjadi. Liontin yang ada di genggamannya seketika terlepas begitu melihat mobil lamborgini hitam yang sangat dia kenal terlempar begitu saja di depan Raiya. Dia dekap Raiya ke pelukannya, menatap nanar ke mobil yang sudah nggak berwujud itu. Hanya satu yang ada di pikirannya saat itu, penyesalan. "Kak Chiko, itu Kak Chiko, nggak, nggak, itu bukan Kak Chiko, pasti itu bukan Kak Chiko, dia bukan Kak Chiko!"

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan