Bipolar Disorder, pertama kali Arabel mendengar kalimat itu adalah minggu ketiga bulan januari saat usianya menginjak 13 tahun. Dua kata yang didengarnya sayup-sayup ketika pertama kali siuman setelah tiga hari terbaring koma dirumah sakit. Ia ditemukan sekarat dengan luka sayatan di pergelangan tangan kirinya. Percobaan bunuh diri, begitu mereka menyebutnya.
Arabel hidup bergantung pada kondisi pikiran, perasaan dan lebih kasarnya tingkat stabilitas kejiwaan. Ia hidup dibawah sinisme orang lain, ejekan, bahkan hinaan yang sebenarnya sering Ia dengar, namun tidak dihiraukan -namun menjadi salah satu alasan pula untuknya memilih mati-.
Beberapa dari mereka menyebutnya mengalami gangguan mental, karena beberapa kali harus melakukan pertemuan dengan dokter-dokter ahli jiwa maupun psikiater. Menenggak pil-pil putih sebagai obat penenang dibeberapa waktu.
Akan tetapi, tiga tahun ini Arabel lupa akan dokter-dokternya. Arabel memang tidak pernah memintaku untuk tetap tinggal dan melindunginya. Anehnya, aku memiliki janji yang tidak pernah aku janjikan pada diriku sendiri. Aku rasa, aku terikat padanya. Tentang kesanggupan untuk melindungi dan kerelaan untuk tidak meninggalkan.
Namaku Kim Taehyung, Arabel memanggilku Kim Tae. Baginya, aku mungkin hanya perisai, tapi dia adalah periku.
[sebagian cerita di privat karena sider yang membandel. silakan follow dulu baru add story ke library]
Kim Taehyung.
Anak laki-laki berumur 19 tahun yang sering disangka pengidap autis dan kadang kala pula disangka pasien rumah sakit jiwa yang kabur. Dia adalah penjelmaan sesungguhnya dari Alien yang berasal dari planet antah berantah.
Lyn.
Gadis yang tak kalah aneh dan mempunyai 1001 phobianya, tidak tahu harus bersikap seperti apa saat bertemu dengan Taehyung.