Sudden Marriage

Sudden Marriage

  • WpView
    Reads 2,570
  • WpVote
    Votes 48
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Aug 29, 2016
Apa yang akan kamu lakukan ketika tiba-tiba saja kamu mendapatkan telepon dari sang ayah bahwa kamu di lamar dan akan segera menikah? Syok itu pasti, apalagi saat ini kamu masih memiliki seorang kekasih yang baik dan sangat kamu cintai. Pilihan apa yang harus kamu lakukan jika sebenarnya ayah mu sudah menerima lamaran tersebut tanpa persetujuan darimu. Berlari dengan sang kekasih ? ataukah menerima pilihan untuk menikah dengan sang calon yang sedang menunggu mu dikampung halaman.
All Rights Reserved
#982
wedding
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Work Life, Love Balance (END)
  • Half Of My Heart ​[UNDER REVISION]
  • MANAGER KEUANGAN [END]
  • THE REBELLOUSE! [END]
  • Menuju Seperempat Abad [End]✓
  • Favorite Lecturer
  • Spicy
  • Goodbye, Hello?
  • Tanda Seru
  • Semestinya Cinta ( Selesai )

Siena Zahra tidak pernah menyangka keputusan impulsif untuk menemani sahabatnya--Raline, melakukan kopdar Tinder dengan identitas palsu akan berubah menjadi mimpi buruk yang merembet sampai ke kantor. Waktu itu, demi keamanan karena itu pengalaman pertama Raline dalam dunia dating apps, mereka sepakat memakai nama dan pekerjaan palsu. Pertemuan berlangsung canggung-apalagi karena Dipta, cowok Tinder itu, ikut membawa temannya, pria dengan tatapan dingin dan observan bernama Naresta Dirgantara. Siena tahu pria itu mencurigainya, tapi dia berpura-pura santai. Mereka pulang dan menganggap semua itu hanya pengalaman lucu yang tidak perlu diingat lagi. Dua minggu kemudian, hidup Siena jungkir balik. Perusahaan mengumumkan atasan baru di divisi Siena. Masuklah pria yang sama. Pria dari kopdar itu. Naresta Dirgantara. Dan tatapan lelaki itu tepat seperti dugaan Siena--dingin, menilai, sinis, seolah berkata "Aku tahu kamu penipu." Sejak hari pertama, Siena menjadi target perhatian Naresta dan bukan yang menyenangkan. Setiap laporan, rapat, hingga keputusan kecil pun selalu dipertanyakan. Seakan Naresta sengaja menjadikan masa lalu singkat itu sebagai alasan untuk meruntuhkan profesionalitas Siena.

More details
WpActionLinkContent Guidelines