DIA
  • WpView
    Reads 10
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Aug 17, 2016
Malam ku duduk di kursi panjang, kursi yang biasa di duduki olehnya.Kematiannya masih teringaat jelas oleh ku, aku hanya bisa memandang betapa pedih hidup sepertinya. Ku buka diary yang di tulis olehnya, ku bolak-balik buku yang tampak kusam itu. mulai membaca cerita hidupnya ...
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Surat Terakhir
  • ei tu ze bukan impian biasa
  • Triangle Love
  • DIARY KU
  • Abang [Yeongyu]
  • terimakasih untuk waktumu
  • " SEDARI DULU "
  • I'm Sorry. (END)
  • Anggara Lesmana

aku sangat mencintainya,ntah berawal dr mn,aku bisa mencintainya,tetapi,,satu hal,,ntah mengapa mulutku bisu dan tak berani mengungkapkan.mungkin karena ku tau,,dia tak pernah mencintaiku,tetapi,hanya mencintai sahabat terbaik ku.

More details
WpActionLinkContent Guidelines