MY GIRL NO EKSPRESI

MY GIRL NO EKSPRESI

  • WpView
    Reads 63
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Aug 18, 2016
Seoarang gadis berjalan dengan santainya tanpa memberikan ekspresi apapun , ia berjalan menuju ruang pribadinya dan di sana sudah di sambut oleh asisten kepercayaannya. setelah masuk di ruangannya asisten kepercayaannya memberikan sebuah laporan yang harus di baca oleh CEOnya. Saat si gadis itu ingin membacanya tiba-tiba sajq pintu ruangannya terbuka memperlihatkan sesosok pria tua yang berwibawah memasuki ruangan itu dan duduk di depan gadis itu . " Anna bisakah kau menyambut kakekmu ini" ucap kakek itu dengan lembut dan menatap cucu semata wayangnya itu, tapi yang sedari tadi orang yang di bicarakan hanya berdehem dan kembali fokus dengan pekerjaannya. " Anna Sakurai ! , apa kau dengar apa yang kakek bicarakan tadi !! ucap kakek tua itu sedikit beteriak tapi orang yang bernama Anna tidak bergeming, ia hanya menatap kakeknya tanpa ekspresi ia pun beranjak dari duduknya dan pergi begitu saja melewati sang kakek, orang tua yang berwibawa itu pun hanya menghebuskan nafas dan berguman " Sampai kapan kau ber ekspresi seperti itu Anna " Saat Anna ingin memasuki lift tiba-tiba saja ada yang menabraknya dan itu sukses membuat Anna terjatuh dan orang yang menabraknya membantu Anna untuk berdiri dan meminta maaf padanya tapi Anna hanya menatapnya tanpa ekspresi dan berlalu pergi meninggalkan sesosok pria tadi yang masih berdiri mematung melihat Anna pergi begitu saja. Satu kata yang membuat laki-laki itu tersenyum licik " Kau menarik " kalau mau tau lanjutannya baca cerita aku ya dan vote and coment thanks... tman
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • BarraKilla
  • Kizu
  • Move On Or Stay On?
  • kiara's dream
  • Sefrekuensi {ON GOING}
  • PHILOCALIST [On Going]
  • We Are One
  • Electric Kiss [아파도 돼]
  • DEAR ANNETHA
  • My Senior is My Coldest BoyFriend [Chapter 1 Completed+ Revisi]

LENGKAP! Follow akun ini sebelum baca🐧 Warning! Peringatan! Cerita ini bisa membuat kalian mengumpat, menangis, dan tertawa (jika satu SELERA)🍭 "Barr, aku juga nggak tahu kenapa Raden nyium aku." "Shit! Diem, Bego!" "Maaf." "Tahu nggak, kenapa gue nerima lo jadi pacar gue? Padahal lo yang nembak gue duluan di UKS dengan nggak punya malunya." "...." "Lo itu menyedihkan, Killa. Sangat menyedihkan. Gue selama ini cuma.... kasihan sama elo." "Barra, dada aku sakit." "See? Lo minta dikasihani lagi?" "Maaf." "Dan lo selalu mengatakan maaf biar lo semakin dikasihani." "Barra, kamu beneran mau aku pergi?" "Lo masih mau di sini? Nggak tahu diri banget. Habis ciuman sama suami orang, masih mau sama gue. Karena cuma gue yang bisa ngasih lo segalanya. Gue jijik sama elo." "Makasih, ya, udah mau jadi pacar Killa. Udah mau bahagiain Killa. Hehehe. Kita akhirnya pisah." "Gue nggak mau lihat lo lagi." "Hehehe." "...." "Barrabas Mahesa, makasih udah pernah jadi yang terbaik buat Killa." I loved, and I loved and I lost you. I loved, and I loved and I lost you. I loved, and I loved and I lost you. Titik tertinggi mencintai adalah tahu diri untuk menerima sebuah kehilangan. "Barra, kenapa cara kamu mencintai aku kayak gini?" • Demi kenyamanan Anda saat membaca, disarankan memfollow akun penulis terlebih dahulu. • Dilarang memperbanyak sebagian atau seluruh isi dalam cerita ini tanpa izin tertulis dari penulis. Semua yang ada dalam cerita ini murni hasil pikir penulis, maaf jika ada kesamaan nama, tempat, karakter, dan sebangsa itu. Selamat membaca!

More details
WpActionLinkContent Guidelines