Teruntukmu, sang tajuk mahkota-ku yang kini tak didekat.
"Bisa jadi, kau tak akan mengerti apa alasanku menyembunyikan semua rasa dalam rentetan huruf samar ini. Semuanya untukmu. Ya..., untukmu karena-Nya. Maka dari itu, biarlah tulisan ini menjadi saksi bisu tatkala mulut tak lagi mampu berucap."
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Disclaimer tokoh dan tempat di cerita ini hanya fiksi tidak untuk dibawa ke kehidupan nyata
Yang ga suka bisa skip aja ga maksa
update hari Jumat dan Minggu
Happy reading, hope you like it.