Teruntukmu, sang tajuk mahkota-ku yang kini tak didekat.
"Bisa jadi, kau tak akan mengerti apa alasanku menyembunyikan semua rasa dalam rentetan huruf samar ini. Semuanya untukmu. Ya..., untukmu karena-Nya. Maka dari itu, biarlah tulisan ini menjadi saksi bisu tatkala mulut tak lagi mampu berucap."
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
ini cerita pertma author, jadi tolong dimaklumi kalau alurnya nggak jelas. ini hanya cerita fiktif jangan dibawa di RL. kalau ada kesamaan nama karakter dan organisasi author minta maaf.
dah baca aja, bingung mau deskripsi kek mana