OBROLAN DI CAFE ITU

OBROLAN DI CAFE ITU

  • WpView
    Reads 16
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Aug 18, 2016
Bukan semata-mata untuk selembar ijazah aku melakukan ini, tapi aku sadar tangan ini harus bertindak. Kutahu tanah airku sudah merdeka dari penjajah sebelum aku dilahirkan. Tapi nyatanya, negaraku masih dijajah kebodohan dan kemiskinan. Negaraku dijajah oleh warga negaranya sendiri yang bermalas-malasan. Negara yang kubanggakan ini dinodai oleh para tikus berdasi. Para cendekiawan yang menggunakan kepintarannya untuk membodohi negaranya sendiri.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Detik Datang Dan Pergi
  • Kehidupan Sejuta Mimpi
  • my brother is a superhero
  • Pelangi Setelah Hujan ✖ IDR
  • Home?
  • Bang itchy (19+). END!
  • waktu tak sama [HIATUS]
  • TAKDIR TAK TERDUGA (on going)

Kau tak bisa salahkan saya yang terjebak dalam dua kehidupan, kau tak bisa memaki saya karna sebuah rasa tabu, kau seharusnya mengerti ini jawaban dari setiap doa yang kau panjatkan pada tuhan bahwa kau TAK INGIN JATUH CINTA PADA MANUSIA.

More details
WpActionLinkContent Guidelines