Voice Of Love

Voice Of Love

  • WpView
    Reads 2,329
  • WpVote
    Votes 160
  • WpPart
    Parts 12
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Apr 14, 2018
"Lo ngapain disini? Awas! Gue mau pulang" ucap Farrel. Bukannya minggir, Nada malah melipat tangannya. "Gue harus introgasi lo dulu baru lo boleh cabut." "Apaan? Gue gak ada waktu buat lo." Nada melotot. "Sombong banget dih kutil dedemit." Farrel diam memandang Nada datar sambil menunggu Nada berbicara. Nada berdeham. "Lo kenapa?" Farrel mengernyitkan dahi. "Kenapa apanya?" Mendengar jawaban Farrel, sontak Nada gemas ingin mencabik-cabik wajah Farrel. "Ya lo kenapa? Kenapa lo kemaren-kemaren jutek banget ke gue?" "Kenapa emangnya? Lo kangen gue ada di samping lo terus ya?" ucap Farrel dengan senyum smirknya. Tangan Nada menoyor kepala Farrel dengan entengnya. Copyright 2016 by Rachma *Chapter 10 dan seterusnya akan di private*
All Rights Reserved
#14
farrel
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Caramel
  • MARSELANA
  • Only You (Ending)
  • Ambisi (The Wrong Part Of Town)
  • NADA NADIKU
  • GRIZELLE [Completed]
  • BAPER [COMPLETED]
  • Find A Way to My Heart (SUDAH TERBIT)
  • My Annoying Boyfriend [END]
  • DANDELION [END]
Caramel

[ T A M A T ] "Punya mulut dijaga!" desis Caramel. "Ngapain gue jaga mulut gue buat orang yang kasar dan nggak tau sopan santun kaya lo!" balas Malvin ketus. Caramel mengangkat sebelah alisnya lalu berjalan mendekat kearah Malvin hingga jarak diantara mereka hanya tersisa setengah jengkal saja. Caramel berjinjit menyamai tinggi Malvin lalu ia langsung menggigit bibir bawah cowok itu dengan kencang. "Kan gue udah bilang, punya mulut dijaga." Caramel menyunggingkan senyum lalu melangkah pergi dari sana. Berawal dari pertemuan yang tak mengenakan dengan cowok berperawakan tinggi itulah yang malah membuat Caramel tak bisa jauh-jauh darinya. Selalu ada saja kejadian-kejadian yang melibatkan keduanya yang membuat mereka jadi tambah dekat satu sama lain, seperti seakan-akan mereka tercipta memang untuk dipersatukan. Cowok dengan nama belakang Adhitama itu telah berhasil menjadi kelemahan Caramel si gadis egois. Bertengkar karena hal spele sudah menjadi hal yang biasa bagi keduanya, sebab mereka bersatu pun karena sebuah rasa benci. Rasa benci yang kemudian berkamuflase menjadi rasa ingin memiliki. Tapi akankah mereka bisa terus bertahan dengan sifat egoisnya masing-masing?

More details
WpActionLinkContent Guidelines