We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Dear Heartbeat [COMPLETED]

Dear Heartbeat [COMPLETED]

  • WpView
    Reads 74,748
  • WpVote
    Votes 9,180
  • WpPart
    Parts 52
WpMetadataReadMatureComplete Fri, Mar 20, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
Fyi: Cerita ini aku buat sebelum tau EYD yang baik dan benar. Jadi masalah revisi... nanti ya tunggu jiwa-jiwa males ini keluar dari badan. [CERITA SUDAH SELESAI] Takdir beberapa kali mempertemukanku pada laki-laki yang membuatku langsung jatuh cinta pada pandangan pertama. Arzan adalah cinta pandangan pertamaku, dia sahabatku dengan segala ketidakpekaanya. Berkali-kali ia tak sengaja menyakiti perasaanku dengan mengencani gadis yang sangat cantik, ya, itu adalah sahabat perempuanku, Della. Diriku seakan parasit dalam hubungan mereka, menyimpan perasaan suka rapat-rapat, tidak mau salah satu akan terluka. Biarlah hati ini terluka sendiri dan terbawa angin biar lenyap secara senyap. Memiliki keluarga yang hancur. Tanpa diduga, seseorang menggantikan posisi Arzan dengan segala tingkah lakunya yang kaku namun terlihat manis dimataku. Sampai akhirnya takdir berkata lain tentang aku, kamu, dan tentang kita. ------- Komentar orang mengenai cerita ini: "Jangan buat baper gue dong thor." "Gue baper thor baper sebaper-bapernya orang baper karena baca cerita lo... " "Arzan kadang kocak, kadang nyebelin kayak authornya yang nyebelin karena lama updatenya."
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • Transmigrasi Ziora
  • Tsundere Maniak Susu
  • EVANESCENT (HIATUS)
  • I'm Not Just a Figuran
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • Blueprint Pelarian Villain [END]
  • GHAIKA (REVISI)
  • GRAVARENZO
  • The Time

​Suara decit sepatu basket yang bergesekan dengan lantai semen SMA Nusantara Bakti seolah menjadi satu-satunya melodi yang akrab di telinga Arga. Matahari Jakarta yang menyengat di jam 12 siang sama sekali tidak ia gubris. Peluh membasahi jersey birunya, mengalir melewati leher dan hilang di balik kain yang sudah basah kuyup. ​Bagi Arga, hanya di lapangan ini dunia terasa jujur. Di sini, musuhnya jelas: ring basket dan lawan main. Tidak ada teriakan ibunya yang melengking menyalahkan takdir, tidak ada bau alkohol dari ayahnya yang pulang pagi membawa tumpukan utang baru, dan tidak ada beban rasa bersalah setiap kali melihat kakaknya pulang kerja dengan wajah pucat demi membiayai sekolahnya. ​"Arga! Berhenti main atau gue laporin ke BK karena bolos jam sejarah lagi!" ​Arga menghentikan dribel bolanya. Ia menoleh, menyeka keringat dengan punggung tangan, lalu menyeringai tipis melihat pengurus OSIS yang berdiri di pinggir lapangan dengan buku catatan. ​"Laporin aja," sahut Arga santai. "Ruang BK udah kayak rumah kedua buat gue, sekalian titip salam buat Pak Hendra." ​Di sisi lain koridor sekolah yang lebih dingin karena hembusan AC, melangkah sosok yang menjadi pusat gravitasi SMA Nusantara Bakti. Adrian. ​Setiap langkahnya terukur, seragamnya rapi tanpa cela, dan wajah blasterannya yang seolah dipahat langsung oleh malaikat, selalu memasang ekspresi datar yang sulit ditembus. Sebagai Ketua OSIS sekaligus putra tunggal dari pemilik Arsenio Group, Adrian adalah definisi kesempurnaan yang nyata. Hidupnya adalah garis lurus yang tenang, penuh fasilitas, dan kasih sayang yang melimpah. ​⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖ WARNING ⚠ - b×b - BL lokal - Mpreg - ini cerita bl, awas jangan salah lapak. - banyak typo bertebaran.

More details
WpActionLinkContent Guidelines