The Angel

The Angel

  • WpView
    Reads 157
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Aug 20, 2016
Saat itu gerhana bulan total, aku berjalan di trotoar yang sepi. Ayahku pernah membacakan dongeng tentang gerhana bulan, jika aku berimajinasi tentang sesuatu di malam saat gerhana bulan maka imajinasiku akan menjadi nyata. Lampu taman mengedip-ngedipkan cahayanya, saat itu pukul 9 malam tapi jalanan seperti dini hari. Kumasukkan kedua tanganku ke dalam kantong jaket, udara terbilang dingin untuk musim gugur. Pikiranku agak kurang fokus, kupercepat langkahku karena aku merasakan seperti ada seseorang mengikutiku, sesekali terdengar suara gemuruh angin yang menggoyangkan ranting pepohonan. Itu hanya halusinasiku karena sudah beraktivitas seharian. Terdengar suara orang sedang mengendap-ngendap di belakangku, suara langkah yang amat pelan bahkan hampir tidak terdengar dan kuputuskan untuk menengok ke belakang. Cahaya mobil menyilaukan sesosok lelaki tegap di hadapanku, hanya melihat siluetnya, dan aku tidak ingat apa apa lagi.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Hantu Naci Piuu! [END]
  • DEVIL ON MY WINDOW
  • My Duchess / End
  • Tentang Pemimpi (Kisah Meraih Beasiswa LPDP)
  • Siluman Tak' Bernyawa
  • Repain
  • Lain Dunia (Tamat)
  • Prambanan Obsession (END)
  • CATATAN HARIANKU
  • Penguasa Alam Ghaib

Kecil, putih, terbang melesat? Apalagi, kalau bukan Naci (nasi kecil) seorang hantu yang tinggal di pohon pete bersama keluarganya. Dia mati, sudah 5 tahun berlalu, tetapi dia kembali ke hadapannya. Hanya untuk memanfatkannya, tidak masalah dia senang. Namun, ketakutan dalam kenyataan tentang perasaan tidak ingin ditinggal kembali, itu selalu mengganggunya menjadi obsesi gelap. "Cepat atau lambat aku akan pergi kembali Mas. Jadi, ayo kita ukir takdir kita sendiri dengan bahagia kali ini, dengan sisa yang ada, sebelum semuanya kembali lenyap dari pandangan." Pria itu membantah dengan tegas. "Jalani saja sekarang ini, aku mau egois untuk satu hal itu, apalagi yang bersangkut pautkan dengan dirimu. Tidak ada hal yang harus dibantah, kata kamu mari kita ukir takdir kita sendiri dengan bahagia, 'kan? Jadi, ayo kita ukir dengan aku sebagai porosnya." Sudut bibirnya terangkat, perlahan turun. Iris cokelat itu menatap dalam gadisnya. "Tidak ada perpisahan yang sakit mulai sekarang. Jadi, ayo ikuti kemauanku seolah-olah kamu hidup kembali." Sungguh gila! Kenyataan apalagi yang harus wanita itu terima, seharusnya bukan seperti ini. Menerima obsesi gelap dari pemuda yang pernah singgah di hatinya. Kemalangan datang di saat semua orang mangkir dari tanggung jawab. Ini tentang pria yang balik ke kampung halaman, membuka luka lama yang selama ini ia pendam dan memilih pergi ke kota. Dengan kembalinya dia ke desa apakah yang akan dia dapatkan? Kemalangan bertemu hantu jail atau kesenangan. Karena ada rahasia yang terkuak secara perlahan. Suara ciri khas Naci adalah PIU. "Piu, Piu, Piu." Bahasa yang hanya dimengerti bangsa jin. ⚠️PLAGIAT JAUH-JAUH SANA! DILARANG MENYALIN DALAM BENTUK APA PUN! HARGAIN JERIH PAYAH ORANG LAIN, KALAU KAMU ORANG~ #8 Humor 3/5/24 #1 Arwah 14/5/24 #1 Hantu 16/5/24 #2 Fiksi umum 21/8/24 #3 Romansa 20/5/25 #5 Fantasi 20/5/25 #3 darkromance 20/5/25

More details
WpActionLinkContent Guidelines