memoar 20 tahun

memoar 20 tahun

  • WpView
    OKUNANLAR 33
  • WpVote
    Oylar 2
  • WpPart
    Bölümler 2
WpMetadataReadDevam ediyor
WpMetadataNoticeSon yayınlanan Çar, Kas 23, 2016
Malan basah oleh sisa hujan sore tadi Damai dan hening sempurna menentramkan Tentu aku memandang pagi ini berbeda. Pergi keluar Terpekur lama ke jalanan yang basah, rerumputan kuyub Bagiku malam ini berbeda, tentu saja. Mengingat Perjalananku telah sampai pada angka 20 Titik yang entah bagaimana aku memaknainya Bukan awal yang baru Semoga juga bukan akhir segalanya Dititik ini aku mengukuhkan tekad Menggebukan semangat Berdiri tegak, berjalan lurus dan cepat Tidak banyak lagi kesempatan tersisa Waktuku semakin singkat Menoleh ke belakang Dua puluh tahun tujuh ribu tiga ratus hari Lihatlah hidupku penuh warna Bagaimana aku tidak bersyukur? Bagaimana aku mengatakan begitu banyak waktu yang kupersiakan? Bagaimana aku hendak bilang tidak bahagia? Dengan media apapun hidupku digambarkan Ia tetap menyenangkan Aku mereguk manisnya hidup Lebih separuh harapan dan keinginannku menjadi kenyataan Ada beberapa impian yang sedang dalam proses Menunggu diwujudkan Aku hanya perlu berusaha lebih keras, lebih gigih, lebih tekun, lebih kuat. Hidup tentu saja tidak selalu manis Kadang ada pahit yang harus dikecap Beberapa tetes saja Hanya beberapa tetes saja dan aku berani bilang hidupku tidak bahagia? Ya Allah betapa tidak bersyukurnya diri ini Perkataan sahabatku suatu ketika benar Tidak ada badai dalam hidupku (Belum, semoga tidak) Hanya ada riak ombak, kadang gelombang tinggi, lumrahnya samudra Karena begitulah hidup 20 tahun telah berlalu dengan berbagai romansanya Instropeksi ke dalam diri Banyak yang harus diubah Kebiasaan-kebiasaan buruk itu Perkataan-perkataan buruk itu Kelakuan buruk itu. Aku perlu merestart ulang hidupku Menata hati menjadi pribadi yang lebih baik lagi Agar tahun-tahun selanjutnya Ketika sejenak menoleh ke belakang Aku bisa tersenyum bahagia Mengucapkan syukur yang tak hingga Tanpa ada penyesalan akan waktu yang berlalu sia-sia.
Tüm hakları saklıdır
En büyük hikaye anlatıcılığı topluluğuna katılınKişiselleştirilmiş hikaye önerileri alın, favorilerinizi kütüphanenize kaydedin ve topluluğunuzu büyütmek için yorum yapın ve oy verin.
Illustration

Ayrıca sevebilecekleriniz

  • Disturbances (End)
  • Our Juvenile : MANGUN KARSA
  • GEVRONZ
  • Winter
  • REMEMBER 1.0
  • MFS ✓
  • Eshal Renjana (Lengkap)✔
  • • EUTANASIA •
  • Perihal Sandwich(End)

Hari demi hari, Aku menyeka air mataku lagi Aku hidup dengan menghapus kamu dalam hatiku Walaupun jika aku memberikan hatiku, itu tidak cukup untuk cinta ini Tenggorokanku terasa tersendat karena tidak bisa memanggilmu lagi Luka dalam hatiku semakin besar Walaupun aku mencoba menghapusnya, aku tidak bisa Wajahmu yang kurindukan, selalu melekat disekitarku Kamu terus masuk dan muncul dalam pandanganku Selamat tinggal hari, cinta sudah hilang Mengambil semua kenangan kita Selamat tinggal hari, waktu kumohon berhenti Sehingga hatiku yang membiarkanmu pergi bisa menjadi abu yang tidak merasakan sakit lagi Kepada seseorang, yang kucintai Ketikaku memikirkanmu hatiku selalu berdetak kencang Hatiku sudah berlari kepadamu Wajahmu yang kurindukan, selalu melekat disekitarku Kamu terus masuk dan muncul dalam pandanganku Selamat tinggal hari, cinta sudah hilang Mengambil semua kenangan kita Selamat tinggal hari, waktu kumohon berhenti Sehingga hatiku yang membiarkanmu pergi bisa menjadi abu yang tidak merasakan sakit lagi Cintaku tidak cukup sehingga membuatmu pergi dan menanggis Jangan pernah ada dalam cinta yang menyakitkan ini lagi Air mata mengaburkan pandanganku Hatiku yang membiarkanmu pergi menjadi abu yang lebih menyakitkan lagi Selamat tinggal hari, cinta sudah hilang Mengambil semua kenangan kita Kepada seseorang, yang kucintai Hari dimana kita berpisah

Daha fazla bilgi
WpActionLinkİçerik Rehberi