Interpid

Interpid

  • WpView
    Reads 6
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Apr 17, 2019
WpInfo
Fiction
Romance
Aku selalu mengurung diriku di rumah amanku. Rumah yang selalu melindungiku dari segala kekejaman dunia luar. Sampai aku dipertemukan dengan seorang lelaki. Ia menjadi satu-satunya teman yang bisa merubahku menjadi gadis extrovert yang disukai banyak orang. Namun saat waktunya ia debut, ia mulai melupakanku dan menganggapku sebagai orang yang tak pernah dikenalinya. Karena diliputi rasa balas dendam, aku berusaha dengan segala keberanianku untuk menyusul karirnya. Saat aku debut, aku malah dipertemukan dengannya di shooting film pertamaku. Ia sebagai pemeran utama sementara aku sebagai pemeran pembantu. Tapi apakah wujudku yang sekarang dengan yang dulu begitu berbeda sampai membuatnya lupa siapa aku? Ia malah menjadikanku teman curhatnya. Ia juga bercerita tentang perasaan cinta kepada seorang gadis yang sekarang ia tak tahu keberadaannya dimana. Padahal gadis tersebut yang tak lain adalah diriku.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Kuas,Cat dan Cinta
  • Memorable
  • Memories in Moon
  • Shorts Story
  • Become an Extra or Main Character [END]
  • Saat Semua Orang Berpaling
  • Eliinaa
  • I Will Change My Fate | By: soraya || Rora & Jungwon
  • Garis Takdir Bad Girl

Aku bertemu degannya lagi. Ini sudah lama sekali, cukup lama untuk membuatku canggung untuk menyapanya. Sepuluh tahun yang lalu, aku gadis berkucir dua, dia anak yang berkaca mata. Sepuluh tahun yang lalu, aku adalah orang yang tidak memperhatikan wajahnya dengan teliti dan sekarang aku menyadari bahwa dia adalah pemuda yang tampan dengan mata yang menarik di balik kaca matanya itu. "Hallo !!" sapaku padanya. Dia menatapku dengan kening berkerut. Aku menjadi lebih canggung lagi karena dia tidak mengenaliku. Aku bukan gadis menarik, aku juga bukan gadis yang pandai mengawali pembicaraan ataupun mengakhirinya. Kalaupun dia mengenali aku, mungkin dia akan pura-pura lupa. "Hallo !" balasnya kemudian dengan senyum yang canggung. "Apa kau masih mengingatku ?" tanyaku dengan tatapan menyelidik ke arahnya. Hujan sore ini menahan dia, aku dan beberapa orang lainnya di depan toko yang tidak kutemukan papan namanya. Aku pindah dari kota ini ke luar negeri sepuluh tahun yang lalu tapi sekarang aku kembali dan temanku tidak mengenaliku lagi. "Kau siapa ?" dia balik bertanya dengan nada yang canggung ke arahku. Sudah kuduga, dia lupa tentangku. Aku menatap sekeliling, aku pasti akan terlihat sangat lucu sekarang. "Aku bukan siapa-siapa, lupakan saja" jawabku dengan santai lalu kuakhiri dengan senyum kecil. Aku lebih suka cara ini, aku tidak akan memaksakan seorang yang tidak lagi mengingatku untuk mengenalimu. Aku lebih butuh seseorang yang akan mengatakan hallo bersamaan denganku karena itu berarti kami saling mengingat. Aku menatap ke langit lagi, hujannya masih belum berhenti tapi aku menjadi orang yang pertama meninggalkan tempat ini.

More details
WpActionLinkContent Guidelines