"My Dear...."

"My Dear...."

  • WpView
    Reads 567
  • WpVote
    Votes 23
  • WpPart
    Parts 10
WpMetadataReadComplete Thu, Oct 13, 2016
WpInfo
Fiction
Romance
Kisah tentang seorang pelayan bawahan dan seorang putri yang saling jatuh cinta. Tetapi, nasib percintaan mereka akan di ombang-ambingkan oleh badai besar... "Hatiku bergetar ketika bertemu denganmu...". "Tapi, apalah daya ku... status sosial kita berbeda jauh...". "Ditambah beban yang menggenangi pikiranku...". Akankah nasib berubah? *************************************** Presented by: Hanami NOTE: UPDATE SETIAP 2 MINGGU Pesan author: Konnichiwa semua! karya ini sepenuhnya imajinasi saya... jika ada beberapa bagian yang mirip dengan cerita atau novel resmi lain, maka kalian bisa menganggap dari situlah inspirasi saya berasal... Selamat menikmati! MOHON VOTE NYA JIKA KALIAN SUKA ^^
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • HATRED [On Going]
  • DENNIES
  • Will You Be My Love Rain?
  • Vericha Aflyn ✔️
  • Rêverie
  • Sejenak Luka
  • ELGITA: Yang Tak Pernah Terucap (END)
  • Waktu?
  • Badai Tak Berujung [ON GOING]

[Sebagian part di privat. Harap follow dulu kalau mau baca.] Benci? Membenci? Kebencian? Entah ada apa dengan diriku, membenci gadis tak bersalah karena alasan masa lalu. bahkan, masalalu yang tak ada sangkut pautnya dengan dia. Perkataan dan perlakuanku padanya mampu membuat gadis itu jatuh terperosok kedalam luka. Namun, Seiring berjalannya waktu, perilaku kasar dan rasa benci padanya, berubah menjadi rasa ingin selalu melindunginya. Tapi, ketika masa lalu tengah kembali, keegoisan selalu memegang kendali atas kerja otakku. Sehingga membuat rasa peduli dan perasaan aneh ini... lenyap begitu saja. Lantas, siapa yang merasa tersakiti disini? Almira? Tentu saja! -Haruno Altair Wijaya Airmata? Rasa sakit? Kecewa? Sudah sangat biasa bagiku. Terjebak didalam rumah mewah bagai istana, bak neraka dunia bagiku. Aku gadis bodoh, yang menjadi pihak yang selalu disalahkan. Gadis bodoh, yang mencintai orang yang membenciku. Gadis bodoh, yang masih bertahan karena alasan cinta? Tapi, cinta tidak akan menyakiti sejauh ini, bukan? Lantas, jika ini ujian, maka aku tak akan pernah lari, walau aku mampu sekalipun. -Almira Pradita Parasayu.

More details
WpActionLinkContent Guidelines