Petrichor

Petrichor

  • WpView
    LẦN ĐỌC 31
  • WpVote
    Lượt bình chọn 2
  • WpPart
    Chương 2
WpMetadataReadĐang sáng tác
WpMetadataNoticeĐăng tải lần cuối Thứ 4, thg 8 31, 2016
Ketika hujan membuat banyak rahasia terbongkar, tetes demi tetes nya pun berubah menjadi sebuah kenyataan yang menyakitkan atau sebaliknya. Inilah kenyataan yang harus di hadapi Pratama Hadi Suhara. Siapa sangka rahasia 20 tahun silam tiba- tiba terbongkar tepat di hadapannya. Disaat dia ingin lari dari kenyataan, tiba- tiba dia dipertemukan dengan seseorang yang pernah datang di masa lalu nya.
Bảo Lưu Mọi Quyền
Tham gia cộng đồng sáng tác truyện quy mô nhấtNhận đề xuất truyện được cá nhân hóa, lưu các tác phẩm yêu thích vào thư viện, đồng thời bình luận và bình chọn để phát triển cộng đồng của bạn.
Illustration

Bạn cũng có thể thích

  • Kita yang tak bisa bersama
  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)
  • Stranger | Orine
  • Larasati- Napas Dari Masa Lalu
  • Nuginara [END]
  • Hujan Dikeabadian
  • My Name is Rain

Kita yang Tak Bisa Bersama Hujan turun rintik-rintik, menambah kelam suasana malam itu. Bau tanah basah yang biasanya membawa kenyamanan, kini hanya terasa menyesakkan. Angin sepoi-sepoi membawa aroma hujan yang mengingatkan pada momen-momen indah yang kini hanya tinggal kenangan. Di sebuah taman kota, di bawah lampu temaram, mereka duduk berdua. Malam itu, tak ada lagi tawa yang biasa menggema di antara mereka. Tak ada obrolan ringan yang selalu menyatukan hati mereka. Hanya ada kesunyian yang menggantung, berat, seperti awan gelap yang tak kunjung pergi. "Ada yang ingin aku katakan," suara perempuan itu pecah, hampir tenggelam dalam gemuruh hujan yang semakin deras. Laki-laki itu menoleh. Senyum kecil terukir di wajahnya, namun tak lebih dari sekadar kebiasaan. Ia mengira ini hanya perbincangan biasa, seperti dua tahun terakhir yang mereka habiskan bersama. Dua tahun yang dipenuhi kebahagiaan sederhana-tertawa bersama, saling berbagi mimpi, menciptakan dunia kecil di mana mereka merasa aman dari kenyataan. Namun, malam ini, perempuan itu tidak tersenyum. Tatapannya kosong, bibirnya bergetar, dan tangannya menggenggam ujung rok dengan erat, seolah menahan sesuatu yang sangat berat di dadanya. "Aku akan dilamar besok..." ucapnya lirih, suaranya nyaris tenggelam dalam hujan. Dunia laki-laki itu seakan berhenti. Detak jantungnya terasa menghilang, digantikan oleh rasa sesak yang menghimpit dada. Laki-laki itu menatapnya lama, mencoba mengukir setiap detail wajahnya di ingatan, perempuan yang selama ini menjadi bagian dari hidupnya, perempuan yang selalu membuatnya merasa tenang, yang selalu membuatnya merasa rumah.

Thêm Chi Tiết
WpActionLinkNội dung hướng dẫn