We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Merry Go Round

Merry Go Round

  • WpView
    Reads 50
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Aug 22, 2016
WpInfo
Fiction
Fantasy
Berputar, terus berputar Perlahan demi perlahan pemandangan di bawah terlihat semakin kecil Kita memainkan anak rambutnya sambil menikmati ketinggian. Tangan mungilnya menggenggam tangan hangat d sampingnya. Sambil menyandarkan kepalanya, Kita tersenyum. Saat yang bahagia memang selalu berlalu cepat. Tanpa terasa Kita dan 'orang itu' telah sampai di puncak merry go round. "Apa kita akan bermain ke sini lagi?" Tanya Kita. Dia hanya tersenyum sembari mengusap kepala Kita. Air mata tiba-tiba mengalir di kedua pipinya. Wajahnya mulai mengeriput dan membusuk. Kita ketakutan. Ketika Kita akan berteriak... Riiing... Riiing.... Suara alarm membangunkannya.... Tidak, jangan mimpi itu lagi... Kita mengeluh dalam hati.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Pertemanan di balik Kutukan [On Going]
  • TROUVEZ-MOI DANS VOTRE MÉMOIRE
  • The Little Redhood and The Vagrant Poet
  • Tensura World In Earth, What The F*cking Happened? - Next
  • Midwest Princess
  • Becoming A Mother Of Twins After Leaving Experimental Laboratory
  • Find Her, Mono
  • [Complete]_[Kehidupan Baru Rimuru dan Ciel] Kehidupan Akari Tempest

🥀Cerita ini 100% karangan dari saya sendiri jadi mohon di hargain, jika memang tidak suka maka tidak usah di baca dan jika suka jangan lupa beri vote dan komen yaksss!!! ⚠️ INGAT DI LARANG PLAGIAT, COPY PASTE, MENIRU, MENJIPLAK, ATAU SEJENIS NYA. DON'T! Saya mungkin tidak tahu tapi allah tahu. Rintik hujan perlahan jatuh dari langit kelabu, tetesannya menimpa tanah kering dan retak, menciptakan lingkaran-lingkaran kecil yang segera lenyap bersama debu. Namun tak lama, langit seolah tak sanggup lagi menahan kesedihannya. Hujan turun semakin deras, membasahi tubuh seorang gadis yang berdiri diam di tengah kehancuran. Luka menganga di hampir seluruh kulitnya, darah mengalir perlahan, menyatu dengan air hujan yang mengalir di tanah. Namun ia tetap tak bergerak. Pandangannya kosong, tatapan hampa tanpa harapan, seolah jiwanya telah pergi jauh meninggalkan raganya yang lelah. Di sekelilingnya, dunia yang dulu penuh kehidupan kini tinggal puing dan arang. Tanah yang dulu dihiasi hamparan rerumputan hijau telah terbakar hingga hitam dan tandus. Pohon-pohon yang dulunya menjulang kokoh kini rebah, patah, dan hangus, tak menyisakan satupun daun yang selamat. Segala yang dulu indah, kini lenyap tanpa jejak, tersapu oleh sesuatu yang lebih kejam dari waktu, kehancuran yang tak memberi ampun. "Aku menghancurkan semuanya ... Aku seorang monster!" bisiknya lirih, dan setetes air mata mulai mengalir keluar dari ujung matanya, tak bisa dibedakan apakah itu air hujan atau air penyesalan. "Aku menyakiti orang-orang, aku membunuh orang tak bersalah ... Aku benar-benar seorang monster!" Air matanya menetes, bercampur dengan darah dan hujan. Dan dari bibir pucatnya, hanya satu kalimat yang terus berulang kali dia ucapkan, seperti sebuah mantra penyesalan yang tak berujung. "Maaf ... maafkan aku ... maaf ...." Dibuat : Rabu/13/April/2023 Selesai : ??? Written by :AYA_MNK ©hak cipta dilindungi Allah SWT

More details
WpActionLinkContent Guidelines