Story cover for Merry Go Round by erviliaagustine
Merry Go Round
  • WpView
    Reads 49
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
  • WpView
    Reads 49
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
Ongoing, First published Aug 22, 2016
Berputar, terus berputar

Perlahan demi perlahan pemandangan di bawah terlihat semakin kecil

Kita memainkan anak rambutnya sambil menikmati ketinggian. Tangan mungilnya menggenggam tangan hangat d sampingnya. Sambil menyandarkan kepalanya, Kita tersenyum. Saat yang bahagia memang selalu berlalu cepat. Tanpa terasa Kita dan 'orang itu' telah sampai di puncak merry go round.

"Apa kita akan bermain ke sini lagi?" Tanya Kita.

Dia hanya tersenyum sembari mengusap kepala Kita. Air mata tiba-tiba mengalir di kedua pipinya. Wajahnya mulai mengeriput dan membusuk. Kita ketakutan. Ketika Kita akan berteriak...

Riiing... Riiing....

Suara alarm membangunkannya....

Tidak, jangan mimpi itu lagi... Kita mengeluh dalam hati.
All Rights Reserved
Table of contents
Sign up to add Merry Go Round to your library and receive updates
or
Content Guidelines
You may also like
You may also like
Slide 1 of 7
life of Star Flower  cover
Reinkarnasi Dari Rimuru-Sama!?! ( Tensura & Oc ) cover
Emerald green and Blood red [END] cover
Waiting for Supergirl ✔️ cover
Find Her, Mono cover
TIREYA cover
Tensura World In Earth, What The F*cking Happened? - Next cover

life of Star Flower

4 parts Ongoing Mature

Kegelapan.... kehampaan yang menenggelamkan jiwa jiwa manusia rapuh kedalam kekosongan yang membuatnya tersesat di jalan kehancuran Dari manakah munculnya lubang kegelapan itu pada hati seorang manusia..? Jawaban sederhana ialah titik celah kecil di hati mereka , dimunculkan oleh manusia lainnya ataupun dirinya sendiri Datang tanpa kau menyadarinya Perlahan belenggu itu mengikatmu tanpa rasa oleh aliran waktu " Aku tidak mengerti... Ibu... " Ucap sang anak patuh dengan keraguan karena ke lugu'an hatinya yang bersih Selalu berharap wanita itu akan tersenyum ataupun memiliki cahaya kehidupan di matanya " Suatu hari nanti.... , Bukan di sini kau harus menelusuri jejak di seluruh dunia ini untuk memahami maknanya entahlah itu cepat atau lambat... " Walaupun hanya satu kali saja.... Hanya apa yang orang lain sebut cinta dari sosok didepannya... " Tapi pertama kau memerlukan nama milikmu sendiri terlebih dahulu..." " Aster " di bawah taburan permata bintang di langit malam untuk pertama kalinya anak yang lugu tersebut merasakan tangan sang ibu di pipinya " bunga bintang yang memiliki jejak di seluruh hamparan kegelapan bumi seperti halnya bintang di cakrawala gelap " dan pertama kalinya pula ia melihat " Kau adalah Aster......" senyum dan cahaya kehidupan di wajah itu bersamaan dibawah cahaya bintang di kegelapan malam " Saya adalah Aster.... "