Crime Signals : The Psycho

Crime Signals : The Psycho

  • WpView
    LECTURAS 212
  • WpVote
    Votos 13
  • WpPart
    Partes 4
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación mié, sep 7, 2016
Lea adalah seorang gadis yang hidup menyendiri dan anti sosial. Ia sulit bergaul karena kemampuan khusus yang ia miliki. Kemampuannya yaitu dapat melihat peristiwa masa lalu setiap kali ia menyentuh sebuah benda. Dengan kemampuannya itu ia sering dipertemukan dengan kasus-kasus kejahatan yang bahkan sulit terpecahkan oleh polisi. Apakah Lea akan membantu polisi memecahkan kasus-kasus tersebut? dan bagaimanakah asal-usul ia mendapat kemampuan tersebut?
Todos los derechos reservados
#113
police
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Aku Yang Selalu Diremehkan
  • SEGARA(END)
  • The Boys With Messy hair
  • Take Me Everywhere You Go [Completed]
  • Red string theory
  • Lovey Dovey
  • Bayangan Johan
  • REGA

Angga, seorang remaja pendiam yang gemar menggambar, selalu dianggap tidak berguna oleh ayahnya yang keras dan otoriter. Dalam keluarga yang mengagungkan prestasi akademik dan kesuksesan finansial, minat Angga terhadap seni dianggap sebagai hal sepele yang tidak memiliki masa depan. Hari demi hari, Angga dihujani kata-kata kasar dan sindiran yang menorehkan luka di hatinya. Di sekolah, Angga juga bukan siapa-siapa. Ia adalah bayangan yang tak terlihat, seorang anak yang duduk di pojok kelas, diam tanpa suara. Hanya secarik kertas dan pensil yang menjadi sahabat setianya. Namun, dalam dunia sketsa hitam-putih itu, Angga merasa bebas. Ia bisa menciptakan dunia yang ia inginkan - dunia di mana ia adalah pahlawan utama yang tak tertandingi. Namun, semua itu berubah ketika Angga bertemu dengan seorang mentor tak terduga, seorang pelukis jalanan yang pernah merasakan pahitnya diremehkan. Lewat bimbingan mentornya, Angga mulai menemukan kekuatan dalam dirinya. Ia belajar bahwa setiap goresan pensilnya adalah suara yang tak lagi bisa diabaikan. Seiring waktu, Angga mulai menunjukkan kemampuannya. Namun, ketika kesempatan besar datang - sebuah kompetisi seni bergengsi - Angga harus memilih antara mengejar mimpinya atau tetap tunduk pada bayangan sang ayah. Akankah Angga berhasil membuktikan bahwa ia lebih dari sekadar bayangan, atau justru tenggelam semakin dalam dalam cemoohan dan keraguan?

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido