Perjuangan Sang Pelayan

Perjuangan Sang Pelayan

  • WpView
    Reads 17
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Aug 22, 2016
Perjuangan memang harus dilakukan. Jujur dan berani harus ditanamkan dalam diri. Menapaki hari untuk terus melanjutkan hidup. Seolah matahari memberi semangat. Bergerak dengan lincah kaki diatas pedal sepeda. Dikayuh sedikit untuk dapat terus beranjak. Dengan memakai baju lengan panjang tebal berwarna coklat. Dengan tergesa, melewati jalan yang lebar yang ada di pinggir kota. Terus melaju mengarah ke tempat dia bekerja. Sesampainya diparkir sepeda, segera masuk membuka pintu. "Selamat siang." (sambil menulis absensi di depan komputer kasir). "Kamu nomer satu yang datang, no" "Mosok mbak?" "Iya, belum ada yang datang kok" "Ya wes, aku ke belakang sik mbak" "Iya" Kuarahkan kaki menuju kamar ganti yang berada di ujung ruangan. Di sana dibuka baju lengan panjang coklat tadi yang dipakai untuk menutupi dari sengat matahari. Kemudian dinyalakan kipas angin yang tersedia di bawah tangga untuk menghilangkan keringat. "Aduh, panasnya" Dilihat jam menunjukkan pukul stengah dua siang.
All Rights Reserved
#10
sepeda
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Sudut pandang (felisha)
  • ketika benci menjadi Cinta
  • CINTA SELEBGRAM DAN TUAN CEO (SELESAI)
  •  ALZERA (On Going)
  • Eat, Bread and Love (TAMAT)
  • FRIEND WITH BENEFIT (SELESAI)
  • Miracle (SELESAI)
  • Naughty Nanny
  • Tentang Pemimpi (Kisah Meraih Beasiswa LPDP)

"Kasih gue tutorr dong din. Kayaknya lo gampang banget bisa punya pacar. Masa gue yang ganteng gini belum bisa dapetin feli juga? Lo sih fel. Susah banget di gapai. Tinggal terima gue kenapa sih? Gue kan iri sama nadine" omel galuh menyalahkan felisha membuat felisha memutar bola matanya malas. "Ya lagian, ngapain juga lo sukanya sama gue? Kan banyak cewe lain yang bisa lo sukain" cibir felisha. "Ya ngga tau, ini semua kan gara-gara lo. Siapa suruh lo cantik, gemesin, nganenin, lucu gitu? Kan gue jadi suka sama lo" *** Galuh menggeleng cepat "Ngga kok, Ayo bareng aja. Searah juga kan tujuan kita. Ke pelaminan" gurau Galuh dengan alis yang ia naik turunkan membuat felisha berdecak. "Buru! Ngga usah bercanda. Gue Ngga punya banyak waktu" desak felisha. Karena sebentar lagi shift kerjanya akan dimulai, menjadi seorang barista di caffe Coffee yang terkenal membuatnya menjadi super super sibuk disela tugas kuliahnya. Galuh murung, karena gombalannya yang sama sekali tidak mempan untuk felisha "Ya kan siapa tau nanti bukan sekedar candaan lagi fel. Tapi jadi kenyataan" ^^ "Gue buru buru itu karena Ngga pengen ketemu lo galuh" terang felisha membuat Galuh mencibir. "Jahat banget omongan lo sha. Tapi tenang aja, gue Ngga sakit hati kok" ^^^ "Ayo! Galuh tolong anterin gue ya. Nanti gue bensinin" ujar felisha sembari melongokkan kepalanya ke samping, agar bisa melihat wajah galuh yang tertutup helm hitamnya. "Dikiranya gue ojek kali. Padahalkan gue rela lakuin apapun buat dia, jangankan nganterin. Nemenin jadi suami aja pasti bakal gue jabanin" gumam galuh mencibir. "Hah?? Lo ada bilang sesuatu galuh?" "Ngga. Gue cuma bilang iya felisha cantik, lucu, unyu-unyu, gitu kok" Aku Ngga ngarep banyak yang voment, tapi disini Aku cuman pengen karya Aku bisa sampai tamat aja. Ngga lebih

More details
WpActionLinkContent Guidelines