Story cover for Entrevalle by 5ocialoser
Entrevalle
  • WpView
    LECTURAS 17
  • WpVote
    Votos 2
  • WpPart
    Partes 3
  • WpView
    LECTURAS 17
  • WpVote
    Votos 2
  • WpPart
    Partes 3
Continúa, Has publicado ago 23, 2016
"Fay!" teriak orang itu. Aku menoleh dan sedikit keluar dari barisan. Dari kerumunan orang-orang itu, terlihatlah Rafa menerobos keluar dan menghampiriku. Aku pun berjalan mendekatinya. "Lo ngapain disini?" tanyaku tak mengerti maksud kedatangannya. Ia melihat sekitar dan menatapku dalam, "Gue mau ngomong, Fay."
	"Ngomong apaan?"
	"Dari awal gue tau bawa lo kemaren ke Moko itu salah, gue tau bikin lo liat gue berduaan sama Febri itu salah, gue tau lo gak suka, gue tau kemaren lo ke toilet bukan karena kebelet," aku hanya menundukkan kepala. 

Kita sudah bukan seperti dulu lagi, Raf. Aku harus bagaimana? Should i fix this?
Todos los derechos reservados
Regístrate para añadir Entrevalle a tu biblioteca y recibir actualizaciones
O
#285justwriteit
Pautas de Contenido
Quizás también te guste
HTS (Hubungan Tentang Status) de Dilandita
28 partes Concluida
"Lo percaya hubungan tanpa status nggak?" Ara menatap Ale dengan heran, "Kenapa tiba-tiba lo nanya begitu?" "Gue pengen tau aja pendapat lo." "Kalau gue rasa sih nggak bakal ada manusia yang mau menjalani hubungan tanpa status. Kalaupun awalnya dia nerima, pasti lama kelamaan dia bakal nuntut sebuah kata yang disebut 'status' itu sendiri." Ale hanya mangut-mangut mendengar jawaban Ara. Lalu, sebuah ide muncul dikepalanya. "Kita coba yuk?" "Coba apaan?" Tanya Ara heran. "Coba HTS-an." "Nope, lo gila ya?" "Lo takut ya Ra?" Tantang Ale. "Siapa bilang gue takut? Gue cuma males ngikutin permainan gila lo itu." "Ayolah Ra. Lagian ini efektif." "Efektif apaan?" "Efektif menjauhkan makhluk-makhluk yang bernama cewek dari pandangan gue." "Lah gue kan cewek?" "Kecuali lo, Kiara Nabila." Ujar Ale. "Lagian ada keuntungannya buat lo." "Apa keuntungannya?" "Lo nggak perlu ngelabrak lagi cewek-cewek yang ada hati sama gue." "Deal." Ucap Ara tanpa pikir panjang. Begitulah 'permainan' itu dimulai. Tetapi mereka lupa, siapa yang bermain api maka harus siap juga untuk terbakar. Yeaaaaay.. Cerita kedua dimulaaaaiiiiiii.. Kali ini ada Ara dan Ale, si duo bersahabat yang bertolak belakang sedang memulai cerita mereka. Mari dibaca, comment, dan vote yaaa.. Salam Sayang, Dilandita Note: Jangan menambah dosa dengan mengcopy paste dan meremake hasil karya penulis. Cover diambil dari Pinterest, jadi jika ada kesamaan dalam cover mohon dimaafkan, namanya juga dunia maya. Terima kasih.
Untitled 2017  [Ongoing] de Sandrialova
11 partes Continúa
Keduanya sama-sama tertawa ketika suasana perlahan mencair. Juwita yang mulai membuka diri kini kembali melontarkan pertanyaan acak yang Ia sesali setelahnya. "Kamu kalo kesini sama siapa, raf ? Pacar ?" Raut lelaki itu tiba-tiba berubah. Tatapan matanya berpendar kearah lain, menyembunyikan cemas yang tersirat di balik jawabannya yang santai. "Pacar saya lagi gga di sini, Rei. Dan dia bukan anak tongkrongan kayak kita." Tanpa sadar gadis itu menahan nafasnya sendiri, belum siap dengan jawaban yang diterimanya. "Oh, gitu. Udah lama LDR-nya ?" Juwita bertanya lagi dengan wajah ingin tahu, walau kenyataannya justru sebaliknya. Sebab menurutnya akan aneh ketika topik itu hanya berhenti sampai di situ saja. "Sejak lulus kuliah. Dua bulan yang lalu. Dia sekarang lagi lanjutin S2 di Jakarta." "Wowww,,,hebat ya dia masih semangat untuk kuliah. Limitted edition tuh cewek kayak gitu. Kamu beruntung, raf." Lelaki itu hanya menjawabnya dengan senyuman tipis. Kepalanya menunduk, menyembunyikan wajahnya dari Juwita yang sedang menatapnya nanar. Setelahnya, obrolan itu terjeda beberapa saat. Keduanya kembali sibuk dengan isi kepala masing-masing. Juwita yang merasa bersalah karena telah menghadirkan pembahasan yang berat, juga Asraf yang kini sedang mengabaikan kenyataan yang membuat suasana kembali hening. "Kayaknya salah banget ya kita baru ketemu sekarang ?" Rasanya seperti ada sebuah kekuatan besar yang menyerap habis suara-suara di sekitar mereka. Heningnya terasa mencekam ketika hanya ada suara Asraf dan debar jantungnya di sana. Pertanyaan Asraf tadi menggaung di telinga, menimbulkan rasa perih yang tidak seharusnya ada. Untuk apa Ia merasa kecewa ketika tahu bahwa Asraf ternyata sudah punya pacar ? Bukankah mereka tidak pernah memiliki hubungan yang spesial sebelumnya ?
Quizás también te guste
Slide 1 of 10
Fake Friend (Completed) cover
HTS (Hubungan Tentang Status) cover
-Silent Love- TS(2) SUDAH TERBIT cover
Untitled 2017  [Ongoing] cover
Be Mine cover
Leave Me Alone cover
HAFI & NABILA [REVISI] cover
Seuntai Rasa cover
RAFIRA cover
Wrongly Love  cover

Fake Friend (Completed)

21 partes Concluida

Sahabat yang aku kira baik ternyata menusuk ku dari belakang . . . Note: cerita ini mengandung sedikit bahasa kasar. Jadi, buat yang nggak suka mending nggak usah dibaca :D . 12-12-2016 || RANK IN #713 DALAM TEENFICTION