Henry Pukul Tiga Pagi

Henry Pukul Tiga Pagi

  • WpView
    Reads 686
  • WpVote
    Votes 69
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Mar 16, 2020
Henry berpenampilan layaknya pria normal, tidak ada yang benar-benar wah dari doi, hidung yang agak tidak sesuai dengan ukuran wajahnya, serta kedua bola mata cekung yang acapkali merah karena terlalu sering begadang. Kulitnya sawo matang khas anak-anak yang sejak kecil memang lebih suka main gundu atau bola dilapangan. Mungkin hal yang paling menonjol dari fisik Henry adalah rambut keritingnya yang hampir selalu berantakan, ia jelas tidak sedang berusaha membuat trademark, Henry hanya menganggap hal semacam itu bukanlah satu prioritas. Intinya secara keseluruhan, Henry hanya pria biasa dengan kehidupan biasa. Ia tidak banyak mengenal cinta, paling banter naksir satu-dua gadis tanpa pernah benar-benar serius menjalin hubungan. Tapi ada satu hal yang membuat Henry cukup bingung akhir-akhir ini, pukul tiga pagi, Isla akan selalu ada disana, duduk memandang langit malam dengan hening. Awalnya Henry hanya senang karena ia punya teman, tapi celakanya, makin lama ia malah justru merasa nyaman. Ia jelas tau ini bukan awal yang bagus, karena mana mungkin sih, Isla dengan jalan pemikirannya yang serba canggih dan kritis itu, mau dengan pria sederhana macam Henry? ------------------------------------------ Ada ego yang terselip didalam diri Isla, ia masih memegang teguh prinsip kalau cewek pamali mulai duluan. Karena interaksinya selama ini dengan Henry hanya sebatas profesionalisme kerja, serta basa-basi diatas genting pukul tiga pagi. Isla jelas tau ia ingin lebih dari sekedar basa-basi. Disisi lain Isla ragu, takut dianggap nggak punya harga diri karena kelihatan terlalu pengen sama satu lelaki. Ditambah sifat Henry yang memang dari sananya ramah, ia punya banyak teman. Tidak jarang Isla mendengar Handphone Henry terus berbunyi, dan ketika sinar fluoresens handphone menyinari wajah Henry, ia akan tersenyum lebar. Isla takut, siapapun yang ada diujung chat itu, akan dengan mudah merebut hati Henry. Lalu Isla bisa apa?
All Rights Reserved
#106
mentaldisorder
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Between My Heartbeats (COMPLETED)
  • Perpindahan Dimensi Sang Penulis
  • Cutie Pie: Veychi [Hyuckren] 🔞
  • Dalam Dekapan Sang Malaikat
  • Hidden In The Dark
  • GERBONG KERETA, CERITA KITA✔
  • CINTA YANG NYATA
  • My Little Monster - Completed
  • ALTERNATE UNIVERSE

#99 IN CHICKLIT (03/01/2017) Arron David Jhonson ,25 tahun ,CEO tampan dan kaya dari perusahaan Jhonson Corp dulunya adalah seorang pria hangat dan ramah. namun, semua itu sirna Semenjak kekasih di Masa lalunya memilih untuk meninggalkan dirinya tanpa alasan yang pasti saat di berlangsungkan nya hari pertunangan mereka. Masa lalu kelam, telah merubah dirinya menjadi pria dingin, Arrogant,diktaktor dan kejam. Dia bahkan sudah tidak percaya lagi akan yang namanya 'cinta sejati' jika itu tidak dilandaskan dengan materi, dan menganggap semua wanita tidak menggunakan hatinya dalam urusan cinta. Sampai akhirnya suatu tragedi sial mengantarkannya pada seorang gadis belia berusia 19 tahun yang dapat merubah sudut pandangnya, menggoreskan warna-warni indah di dalam hidupnya yang menonton Serta mampu menghilangkan rasa trauma akibat cinta masa lalunya. Bisa di katakan, cinta mulai tumbuh kembali di hatinya. Cinta yang bahkan jauh lebih tulus Dan murni yang di hadirkan oleh hatinya sendiri. Namun, akankah dia si gadis kecil begitulah Arron memanggil gadis itu, juga memiliki rasa yang sama seperti yang di rasakan oleh hatinya? *** "Cinta,mengapa perasaan ini datang untuk kedua kalinya setelah aku memantapkan hatiku untuk tidak memilikinya lagi." Arron David Jhonson Mengapa hatiku harus mencintai mu disaat aku sangat membenci dirimu? Apa ini karma untukku karna aku pernah membenci mu? " Asheelley Straineill. ‌

More details
WpActionLinkContent Guidelines