Your Brides To Be

Your Brides To Be

  • WpView
    OKUNANLAR 92
  • WpVote
    Oylar 8
  • WpPart
    Bölümler 4
WpMetadataReadDevam ediyor
WpMetadataNoticeSon yayınlanan Çar, Eki 24, 2018
WpInfo
Kurgu
Romantik
Bagi semua orang, cinta itu adalah satu perasaan suci yag menyimpan sejuta makna. Dan pernikahan adalah titik pembuktian dimana cinta itu bersatu dalam ikatan suci yang diberkati Tuhan. Bagi beberapa orang, pernikahan bukanlah suatu hal yang harus dilakukan untuk mebuktikan cinta mereka. Kadang kala, melepaskan orang terkasih adalah keputusan terbaik yang mereka lakukan untuk membahagiakan orang yang mereka cintai. Begitupula dengan Indira Prasasta, wanita dewasa yang memilih untuk melepaskan cintanya, membiarkan laki-laki tersebut memilih untuk bahagia namun tidak bersamanya. Bagi Indira, cinta harus diperjuangkan dan butuh pembuktian, dan pembuktian yang ia lakukan adalah dengan melepaskan Dewa, demi kebahagiaannya. Sementara di satu sisi, Fabian Rahadi, terkesima dengan tangguhnya wanita yang mencintai sahabatnya. Ia tau jika Wanita itu melepaskan cintanya dan memilih untuk bertahan dalam sakitnya cinta yang ia punya. Dan entah sejak kapan, hatinya berlabuh pada wanita itu. Perasaan yang tak pernah ia sadari dan ia duga akan muncul bersama orang yang tak pernah ia bayangkan mengisi relung hatinya. "Indira Prasasta," gumam Fabian sambil tersenyum.
Tüm hakları saklıdır
En büyük hikaye anlatıcılığı topluluğuna katılınKişiselleştirilmiş hikaye önerileri alın, favorilerinizi kütüphanenize kaydedin ve topluluğunuzu büyütmek için yorum yapın ve oy verin.
Illustration

Ayrıca sevebilecekleriniz

  • TIME will TELL {On Going}
  • Siapa DIA
  • Learning in Progress (Boboiboy x Yaya)
  • Revenge
  • Cause We are Family
  • Insyaa Allah...
  • Mustahil Ku Hidup Denganmu
  • Complicated | Halilintar x Reader

"Selamat Tinggal." Itulah ucapan terakhir yang ia dengar sebelum sebuah benda pipih dan tajam menikam jantungnya. Mata berwarna jingga layaknya api yang berkobar itu menatap kearah sang pelaku yang menatapnya dengan tatapan kosong. "Sialan kau...seandainya saja...kau tidak pernah dilahirkan dan fakta bahwa kau adalah adikku..." "Kiamat ini tidak akan pernah terjadi." Pedang yang ada di tubuhnya ditarik keluar membuatnya tersungkur di lumpur yang sudah digenangi oleh darahnya sendiri. Melihat bahwa lawannya sudah lumpuh si 'adik' itu pun pergi meninggalkan si 'kakak' menghembuskan napasnya untuk terakhir kalinya. ■□■□■□■□ Mata jingga itu terbuka lagi, kini di depannya ada sebuah jam besar yang jarum jamnya tidak berdetak sama sekali. "Apa yang akan kau pilih, nak? Menyerah dan mati disini atau mengulang kembali waktu yang telah kau sia-siakan?" "Kembalikan aku agar aku bisa menebus kesalahanku yang dulu." "Senang mendengarnya~" □■□■□■□■ Apakah anak itu bisa melakukan perjalanannya? Rintangan apa yang akan ia lalui selama melakukannya? Hanya waktu yang akan menjelaskannya nanti. ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||| Karakter di cerita ini milik @Monsta. Dan video+gambar yang aku cantum bukan milikku. Aku hanya meminjamnya. Maaf jika ada kesalahan kata atau kekurangan. Silahkan berikan kritik dan saran untuk membantu meningkatkan kualitas novel ini. ♡Selamat Membaca♡

Daha fazla bilgi
WpActionLinkİçerik Rehberi