Patrem
  • WpView
    Reads 894
  • WpVote
    Votes 37
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadComplete Thu, Dec 22, 2011
Malam ini terasa begitu sunyi. Tidak ada angin yang asyik bermain dengan dedaunan. Tidak ada suara jengkerik yg menjerit meriuhkan malam. Pintu-pintu rumah juga tertutup sejak sore. Sepi. Malam seperti memberi tanda bahwa akan ada pencuri atau nyawa yang tercabut dari raga.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Ecosillia
  • Tentang Lionel : Cerita dari Catherina
  • Velmora Selphine
  • Wetan Kulon
  • Antara Dendam dan Cinta
  • TRAP-Infernal Night
  • Life And Love
  • "Tatapan Terakhir yang Tak Kujadikan Pertanda"
  • Sin-yuka Imperio
  •  my star [bxb]
Ecosillia

Dalam ruang sempit yang tak bertanya nama, malam menciptakan dirinya lewat bisikan yang tak boleh nyaring. Pantulan sunyi dari suara yang lirih, nyaris seperti angin yang malu menyingkap tirai. Hanya di antara dinding kecil itu, kata-kata bisa bernapas pelan, memeluk rahasia yang terlalu hangat untuk dibagi, terlalu dekat untuk diingkari. Dan waktu pun tak mencatat, sebab di sana, hanya ada gema... dari halusnya keinginan. Sehelai napas ditahan, bukan karena takut, tapi karena terlalu indah untuk dibiarkan pergi. Jemari menyentuh tak sengaja, atau mungkin sengaja terlalu pelan agar terasa lebih lama. Setiap detik menjadi relung, dan setiap relung adalah jejak dari sesuatu yang tak pernah dituliskan. Di balik pintu itu, tak ada dunia luar. Hanya detak yang disamarkan oleh suara air yang mengalir, dan mata yang tak bisa saling melepas. Rahasia itu, kini tinggal bayang. Tapi bayang pun tak pernah berdusta. Dan siapa pun yang mendekat ke tempat itu, akan merasakan sesuatu... yang tak bisa dijelaskan, hanya bisa dikenang dalam diam yang terlalu manis.

More details
WpActionLinkContent Guidelines