Bulan
  • WpView
    Reads 17
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing<5 mins
WpMetadataNoticeLast published Thu, Aug 25, 2016
Aku berbaring di rumpunan hijau Sambil mata hanyut mengira bintang Bersinar bersama-sama dalam kumpulan Menerangi malam yang kian kelam Dari satu sudut aku melihat Bulan keseorangan dihujung sana Tapi masih utuh menyinar Melimpahkan cahaya ke setiap isi dunia Wahai Bulan Alangkah indah aku seperti kamu Bisa menerangi malam-malamnya Yang kian jauh dari hati kecil ini Wahai Bulan Alangkah bahagia jika aku ditempat mu Masih kuat keseorangan Walaupun telah lama kau kesunyian Wahai Bulan Teruskan lah menyinar Disini ada aku sentiasa meneman Teruskan lah kau disitu Biar malam bercampur rindu Aku ada disisi mu. Wahai Bulan Ingat kan dia pada diriku Sedarkan dia dengan sinar mu Bahawa itu utusan rindu ku. 22/8/2016 @ 20.34pm
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • AGAPE
  • Anfal's Ibtihaj ✔
  • One And A Quarter Year Agreement (a muslim love story) #Wattys2016
  • LET ME HATE YOU
  • Tell Me You Love Me Too
  • Blind By Love
  • The American (BWWM)
  • 𝙈𝙔𝙎𝙏𝙀𝙍𝙄𝙊𝙐𝙎 𝘽𝙊𝙔, Ekkan [✓]
  • SOULMATES- Are Marriages Made in Heaven?
AGAPE

Orang bilang, jatuh cinta itu menyenangkan, rasanya seperti jutaan kupu-kupu cantik dengan sayap yang indah menari di dalam ulu hatimu. Menggelitik, namun juga adiktif. Orang bilang kenikmatan yang paling hakiki adalah cinta pada pandangan pertama; dari mata lalu turun ke hati. Tidak buruk untuk jatuh cinta pada pandangan pertama, jika target juga merasakan hal yang sama. Bagaimana kalau tidak? Mungkin akan lain cerita. Hanya perlu atensi vice versa dan, voila! Terjadi lah cinta pada pandangan pertama.

More details
WpActionLinkContent Guidelines