Should I Go?

Should I Go?

  • WpView
    Reads 129
  • WpVote
    Votes 12
  • WpPart
    Parts 9
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Oct 19, 2016
WpInfo
Fanfic
NCT
"Menjalani semuanya tanpa dirimu lagi, membuatku rasanya seperti hidup dalam lingkungan yang yang tidak ada makhluk hidupnya. Semua terasa mati. Tapi walaupun semua telah berubah, tak akan ku lupa semua yang telah kita lakukan. Akan selalu terukir namamu didalam hatiku dan akan selalu kuingat semua kenangan bersamamu." Itulah kalimat terakhir yang diungkapkan bitha 'sih cewek manja' kepada orang yang dia sayang, orang yang menjadi motivasinya untuk bangkit kembali, dan orang yang selalu ada disampingnya dalam situasi yang sulit. Setelah kepergian rivo, semua berubah saat itu juga. Tapi, ada seseorang yang mengetahui semua kebenaran yang tersembunyi. Orang yang mengetahui lika liku perjalanan kehidupan pria yang bitha sayangi. Sampai akhirnya dia mengungkapkan semua hal yang disembunyikan pria itu sebelum pergi. Apakah yang akan dilakukan bitha setelah mengetahui kebenaran itu? Apakah dia akan memaafkan rivo yang telah pergi? Ataukah dia akan menyalahkan dirinya sendiri?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Regrets of Love
  • transmigrasi gadis pemalas[END]
  • THEO [✔️]
  • Why Do You Love Me [COMPLETED]
  • Horibble Woman (END)
  • Simple Things About You
  • Transmigrasi Adella
  • HALOALKANA
  • I Became The Antagonist
  • Padam Nelangsa

Kamu berhasil menyadarkanku makna cinta yang sesungguhnya. Semua tampak jelas bagaimana caramu menjagaku. Hingga aku mendengar kata yang sudah lama kunanti terucap dari bibirmu. Cinta... Begitulah kedengarannya, sangat manis bukan? Tapi tidak bagiku. Kamu mampu menanam kuat kata cinta dalam hatiku dan membuat kata cinta menjadi hancur. Mungkin bagimu cinta telah lenyap begitu saja terbawa oleh angin, sama seperti jiwamu yang telah hilang di mataku, namun tidak di hatiku. Suatu ketika dia hadir membawa cinta. Aku mulai meragukan apakah cinta benar nyata. Haruskah kubuka kembali pintu hatiku yang telah lama tertutup karena kamu berada didalamnya? Sanggupkah aku melupakanmu dan membuang jauh kenangan yang telah kita ciptakan? Apa mungkin jika suatu saat nanti kamu dan dia berada dalam satu hati yang sama? Sangat disesali jika hal itu benar terjadi. Namun, dia mewujudkan kemungkinan itu dengan caranya sendiri. Akankah kusebut kisah yang Tuhan gariskan adalah penyesalan cinta?

More details
WpActionLinkContent Guidelines