Story cover for Ayah.... by afinidaa_farhah
Ayah....
  • WpView
    Reads 399
  • WpVote
    Votes 15
  • WpPart
    Parts 5
  • WpView
    Reads 399
  • WpVote
    Votes 15
  • WpPart
    Parts 5
Ongoing, First published Aug 25, 2016
"Ayah... 
"Aya(kanya)? 
"Ayah dari mana aja? Apakah ayah masih sayang sama kanya dan sindy? Sekarang ayah tinggal dimana? Mengapa ayah bercerai dengan ibu yah? Aya sama sindy kangen ayah kasian sindy yah di belum pernah ngeliat ayah dia belum pernah merasakan Kasih sayang dari seorang ayah dan dia selalu jadi bahan hinaan yah di sekolah yah... plisss yah ayah balikan lagi ya sama ibu aku mohon yah demi aku sama sindy yah ....
"Maafkan ayah ya nak, ayah gak bisa balikan lagi sama ibu mu suatu saat kalian akan mengerti sayang.oke sayang, ayah harus pergi lagi...
"Tapi yah...ayah aku mohon jangan pergi plisss ayah demi aku sama sindy ayah ayah ayyyyyaaaaahhhhhhh......

Hufft - _- mimpi again aya sama sindy kangen ayah kami rindu ayah where are you ayah??
All Rights Reserved
Sign up to add Ayah.... to your library and receive updates
or
Content Guidelines
You may also like
Don't Talk About Money by catheryn99
55 parts Complete
Pernah ga sih? Kalian sekelas sama anak beasiswa yang ganteng banget, pinter banget, tapi juga sombong banget. Padahal dia tuh miskin banget :( Bukannya Irin judging nih, tapi pernah sekali waktu dia sekelompok sama Tama dan maksa buat kerkel di rumahnya untuk tugas akhir mata kuliah Bahasa Indonesia, dan Irin baru tahu, ternyata di Jakarta masih ada ya rumah yang base nya dari kayu tanpa di semen. Letaknya dalam gang kumuh yang bau sampahnya kemana-mana. Tapi jujurly, kalian ga bakal lihat Tama seperti lingkungannya itu, walau dia juga ikut milah sampah yang bisa di daur ulang atau bisa dijual lagi sama bapaknya, semua hal ini yang mendukung Tama mendapat beasiswa untuk berkuliah di universitas terbaik, di tempat yang sama dengan Irin, lewat jalur surat keterangan tidak mampu. Tapi Irin sangat kagum sama Tama, bukan karena wajahnya aja yang tampan, walau hidup Tama terlihat jauh lebih susah dari Irin yang turun naik Jazz ke kampus, Tama ga pernah sekalipun terlihat mengeluh, ga kaya Irin yang perasaan hidupnya ngeluh mulu, malah pinter juga masih pinteran Tama, makanya Irin suka sama Tama, kalo kata Irin sih suka aja, ga yang gimana-gimana, tapi Irin tuh jadi suka ngintilin Tama, minta sekelompok sama Tama, minta diajarin Tama, mau makan bareng Tama atau bawain bahkan beliin Tama makanan, nawarin Tama balik bareng, mau main ke rumah Tama, sampai Tama tuh jengah, dan dari situ Irin menyimpulkan Tama sombong berikut berpemikiran sempit. "Kamu bisa ga? Ga usah dekat-dekat dengan saya? Saya ga butuh belas kasihan kamu, Irin. Jangan bawain saya makanan lagi, ga perlu tawarin saya pulang bareng kamu karena saya bisa sendiri. Jangan masuk ke dunia saya karena kamu tidak cocok. Kamu tidak perlu menempatkan diri sebagai saya karena kamu tidak tahu bagaimana kehidupan saya berjalan. Tapi di luar semua itu, saya bisa menjalankan hidup saya sendiri, tanpa bantuan kamu" Tapi, prinsip Irin tetap satu sejak awal. "Kamu lihat aja, kamu bakal balik dan ngemis cinta sama aku!"
You may also like
Slide 1 of 10
BETWEEN cover
Don't Talk About Money cover
𝑷𝑬𝑵𝒀𝑬𝑺𝑨𝑳𝑨𝑵 𝑲𝑻𝑯 🔞��💦 cover
Perjodohan  [ fresha]  cover
Hello You (TAMAT) cover
LOVE REVOLUTION || JENRINA cover
Apabila Mama Pergi [✅] cover
Perjodohan paksa || jaemnnie cover
Pilih Aku Atau Mereka Christy (chrisflo) cover
AILAH(END)✅ cover

BETWEEN

9 parts Ongoing

‼️𝘾𝙀𝙍𝙄𝙏𝘼 𝙄𝙉𝙄 𝙈𝙐𝙍𝙉𝙄 𝙃𝘼𝙎𝙄𝙇 𝙊𝙏𝘼𝙆 𝘼𝙐𝙏𝙃𝙊𝙍 𝙎𝙀𝙉𝘿𝙄𝙍𝙄‼️ ‼️𝙏𝙃𝙄𝙎 𝙄𝙎 𝙅𝙐𝙎𝙏 𝘼 𝙁𝙄𝘾𝙏𝙄𝙊𝙉𝘼𝙇 𝙎𝙏𝙊𝙍𝙔‼️ Di antara.. Di antara apa..? Sungguh, terjebak '𝒅𝒊 𝒂𝒏𝒕𝒂𝒓𝒂' itu sangat membingungkan. Kita harus memilih salah satunya dan mengikhlaskan yang satu nya bukan? Sementara sebagai seorang manusia pasti serakah, ingin memiliki kedua nya. "Asha mau sembuh dulu, asha masih trauma. Biarin Asha pergi sebentar yaa? sebenernya Asha gamau ninggalin arel, tapi asha pengen yakinin diri apa bener asha udah sepenuhnya sembuh?" "Tapi kalau udah sembuh, kembali ya? aku tunggu. " Ketika sudah yakin dengan pilihannya, saat itu lah pilihan lain datang kepada kita. Sangat ragu untuk mengabaikan pilihan yang baru saja datang, tetapi ragu juga dengan pilihan pertama yang mungkin berdampak pada pilihan yang baru datang. "Why dad, mom?!? why?! he's kind to me. pelase trust me.. " "We are different. I'm not disagreeing, but the way their family and the way our family are very different. " "Keep him or keep your family? The choice is in you. Learn adults daughter, love does not always have to be owned. " . . . Let's read this story❗💨