Zweites Treffen

Zweites Treffen

  • WpView
    Reads 1,640
  • WpVote
    Votes 98
  • WpPart
    Parts 34
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jun 6, 2017
"Tuhan tidak akan memisahkan yang seharusnya bersama" Katalea Nathania Emery Wanita yang terlampau ceria, moody dan sedikit konyol, mencintai hujan, kopi, design dan kehidupannya yang sempurna. Satu-satunya wanita dalam kehidupan si kembar. Arkan Jonea Maska Laki-laki pertama diantara sikembar lahir 5 menit lebih dulu tetapi memiliki sifat bertolak belakang dengan ardhan dingin, cuek dan sedikit ketus. Tapi semua sifatnya memiliki arti yang mungkin hanya dirinya yang tahu. Berusaha melindungi tanpa ingin terlihat melindungi, berusaha menyangi tanpa ingin terlihat menyangi. Ardhani Janitra Conary Satu diantara si kembar laki-laki yang sangat menghargai wanita, dan sudah berjanji untuk melindungi satu-satunya wanita dihidupnya, Alea Termasuk dari saudara kembarnya sendiri, Arkan. Sesuatu harus memisahkan mereka, tetapi Tuhan berkata lain dua diantaranya dipertemukan di negara yang indah dan dengan cara yang tidak biasa dan membiarkan mereka bergelut dengan perasaan masing-masing.
All Rights Reserved
#45
jerman
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Aksa Amerta
  • Jeana & Juan
  • Love, That One Word✔️
  • Serpihan Luka
  • My Twins (End)
  • Antara Nada dan Lensa
  • TIME TO LEAVE [TAMAT] ✔️
  • ARAZKA (END)
  • UNDER THE SAME SKY (REVISI)

"Kamu tahu, sejak kecil aku jatuh hati dengan laut. Laut seperti candu untukku. Tapi sejak kejadian itu, laut menjadi terlihat mengerikan dan penuh dengan misteri. Sehingga aku tidak lagi berani untuk menyelaminya terlalu dalam. Sama kayak kamu. Aku sudah (berhasil) jatuh hati denganmu, namun kini aku hanya bisa sampai di batas wajarku saja. Sebab kamu kembali menjadi misteri buatku." - Ashana Aruna. "Bagaimana jika yang dirindukan adalah orangnya? Bukan kenangannya?" - Aksara Rajendra. "Jika yang bisa kamu rindukan hanyalah seseorang tanpa kenangannya, maka sekarang 'kita' hanyalah fatamorgana yang tak kunjung usai. Sebab tanpa kenangan, 'kita' akan tetap menjadi asing." - Ashana Aruna. Aksara terdiam mendengar perkataan Aruna. Jauh di lubuk hatinya, ia merasa seperti merindukan seseorang. Tapi sayang, sampai sekarang ia masih tidak bisa mengingat siapa orang yang selalu dirindukannya itu. Kecelakaan kapal pesiar yang ia tumpangi setahun yang lalu, membuatnya hilang ingatan. Seperti manusia yang terlahir kembali. Ia berubah 360° bahkan melupakan tunangannya sendiri, Ashana Aruna. Aruna ikut terdiam. Hening beberapa saat. Berada di samping Jean masih terasa hangat seperti dulu. Untuk yang kesekian kalinya, Aruna tidak ingin egois. Ia tidak ingin memaksa Jean untuk mengingatnya, sebab ada perempuan lain yang sekarang juga tengah menanti kepulangan seorang Aksara Rajendra. "Sepertinya semesta memang tidak menginginkan epilog untuk prolog yang telah terjadi antara kita, aku pamit ya Jean." ucap Aruna tersenyum tulus.

More details
WpActionLinkContent Guidelines