Unstoppable Feeling

Unstoppable Feeling

  • WpView
    Reads 13,884
  • WpVote
    Votes 348
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jan 27, 2018
Aku tidak habis pikir bagaimana bisa aku kembali bertemu dengannya. Seseorang yang selalu angkuh dan arogan. Di rumah sakit ini, saat aku dengan bodohnya mabuk bersama teman-temanku, pingsan setelah kehilangan keseimbangan dan terjerembap di anak-anak tangga pub, aku kembali bertemu dengannya, sosok yang selalu aku hindari. Tidak! Aku sama sekali tidak terpesona saat kembali melihatnya! aku benar-benar benci melihat pria ini. Saat ku buka mataku, saat aku sadar, kenangan itu kembali, kenangan yang sama sekali belum pernah berdamai dengan hatiku. Apa kataku? Aku ingin lebih baik darinya? Tentu aku tidak bisa. Revan, Revan selalu menjadi yang terbaik. Revan kembali dalam kehidupanku, menghancurkan benteng yang selama ini telah ku bangun. Setelah menendangku jauh, Revan kembali datang padaku dan perasaan itu kembali datang. Pohon yang telah ku pangkas habis, ternyata masih menyisakan akar, akar itu kembali tumbuh menjadi batang, kembali berdaun, aku tidak tahu apa kali ini pohon perasaanku akan berbuah. -Lily Krystaliana-
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Loving You
  • Yesterday Lies
  • BarraKilla
  • Unexpected Love (End)
  • Hilang 2
  • Lonte Vs Gigolo (The Coli Trilogi I) (End)
  • STARK ✓
  • RION IS MY MANTAN!
  • HER SHADOW

*** Cerita ini khusus 18+ *** " Kamu suka sama aku??? " tanya Renno marah kepada Allea, sahabat sejak ia duduk di bangku TK. "A..aa..ku" timpal Allea terbata bata, karena baru kali ini melihat Renno memandangnya dengan mata menyalang marah. "Cukup!!! jadi benar ini alasan Tasya menolakku!!!" sela Renno kepada Allea dengan suara yang sangat keras sampai membuat seluruh orang-orang melihat mereka. "Renn, apa yang kau lakukan??" sela Tasya yang baru datang ke kantin tempat Renno berteriak teriak marah. "Dia ..." tunjuk Renno kepada Allea yang sekarang menunduk menahan tangis ," telah merusak persahabatan kita". "Apa maksudmu??" tanya Tasya tak mengerti. "Kau menolakku karena dia kan, karena Allea menyukaiku." jelas Renno. "Renn..." panggil Allea serak menahan air mata "Diam kau!! aku tak sudi kau memanggil namaku. Kau memang murahan, berani sekali kau menyukaiku padahal kau tahu bahwa aku menyukai Tasya, kau telah merusak persahabatan kita." tunjuk Renno yang masih dengan teriakan penuh amarahnya. Allea sudah tidak sanggup lagi, ia lari meninggalkan tempat yang membuatnya malu setengah mati. Semarah itukah Renno mengetahui bahwa ia menyukainya sampai Renno begitu mudah menghinanya di depan teman teman SMA mereka. Allea menangis sejadi jadinya, dia sudah menahan perasaannya sampai sekarang dan tak ada orang yang tau, tapi tiba tiba Renno datang ketempat mereka biasa istirahat dan berteriak teriak kepadanya seolah ia melakukan dosa yang teramat besar. Bagaimana Renno bisa tau itulah yang sekarang ada dipikiran Allea saat ini. Written by JOY

More details
WpActionLinkContent Guidelines