will you marry me?!!

will you marry me?!!

  • WpView
    MGA BUMASA 73
  • WpVote
    Mga Boto 5
  • WpPart
    Mga Parte 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeHuling na-publish Sun, Sep 11, 2016
andrew tidak habis pikir, kakak nya louis menjebak nya saat ia tengah mabuk. sebuah kesepakatan yang sama sekali tidak ia duga, namun mau tidak mau harus andrew setujui akhir nya. "hanya karena sebuah tanda tangan bodoh,sial.. itu pasti tanda tangan ku, karena tidak ada yang bisa meniru nya". "berhentilah menjadi pria brengsek andrew, ayah sedang sekarat!!, carilah gadis baik baik dan berhentilah bermain main". "kenapa aku harus melakukan itu?, aku masih ingin hidup bebas". pandangan Louis menajam, lalu ia pun tersenyum sinis sambil melempar asal sebuah berkas yang terbuka, membuat Andrew hanya bisa menganga melihat nya. "kau tau pasti maksud ku kan?" "shiiit,kau menjebak ku ka..." Cerita punya saudara, hanya ada sinopsis.. Selengkap nya boleh cek di akun juan cogant
All Rights Reserved
Sumali sa pinakamalaking komunidad ng pagkukuwentoMakakuha ng personalized na mga rekomendasyon ng kuwento, i-save ang iyong mga paborito sa iyong library, at magkomento at bumoto para lumago ang iyong komunidad.
Illustration

Magugustuhan mo rin ang

  • Brothers
  • Side Effect: The Dilemma (END)
  • COMEBACK MANTAN [TAMAT]
  • NAIK PELAMINAN [TAMAT LENGKAP]
  • Maura √ (Tamat - Karyakarsa)
  • Master Hong's Lucky Bride
  • ADRIAN THE OF OBSESSION
  • LOVE  SAID (Terbit Versi E-book)
  • TOUCHED (End)
Brothers

"Kay! Pikirin lagi deh ide gila lo ini! Masa gue sama Ray harus pake seragam begituan. Lo sih enak masih pakai seragam Ray. Gue dan Ray gimana?" Aku dan kedua saudara kembarku sedang berdiskusi di kamarku. Ini pernah dilakukan seminggu yang lalu saat Kay mengatakan ide gilanya kepadaku dan Ray. "Gak bisa Fay! Kan udah kesepakatan." Kay itu keras kepala. Mungkin karena merasa lahir lebih dulu, jadi dia selalu ingin menang sendiri. "Tapi kan lo bisa tukeran sama Ray tanpa harus melibatkan gue Kay!" aku protes sedangkan Ray diam saja. Dia benar-benar lamban. Sampai-sampai perempuan yang mendekatinya saja dia tidak menyadarinya. Itu karena kelambanan otak berpikirnya. "Gak bisa Fay sayoong! Ray itu gak bisa basket. Dia itu atlet renang. Jadi selama dia sekolah di tempat gue nanti, dia bakalan kalah terus kalau tanding sama yang lain. Bisa-bisa reputasi gue hancur gara-gara permainan basketnya yang parah." Aku tahu Ray memang tidak suka berlari, karena itu dia tidak suka bermain basket denganku dan Kay. Kalau kita bertiga sedang bermain bersama, Ray lebih memilih menonton aku dan Kay yang sibuk mencuri bola drible. "Lagipula kesepakatan terakhir itu mutlak setelah kita mengundinya. Jadi ini gak bisa diganggu gugat lagi. Besok kita mulai penyamaran. Gue jadi Ray, lo Fay jadi gue, dan Ray jadi lo Fay." Kay sudah memulai sikap otoriternya. Kalau sudah begini, aku dan Ray hanya bisa pasrah. Semoga Ayah dan Bunda tidak menyadarinya. Ayah mungkin tidak akan menyadarinya tapi Bunda sepertinya harus diwaspadai.

Karagdagang detalye
WpActionLinkMga Alituntunin ng Nilalaman