Story cover for Maharani by Liaiko18
Maharani
  • WpView
    Reads 35,138
  • WpVote
    Votes 1,051
  • WpPart
    Parts 24
  • WpView
    Reads 35,138
  • WpVote
    Votes 1,051
  • WpPart
    Parts 24
Ongoing, First published Aug 28, 2016
Mature
Maharani, wanita jawa metropolis yang cantik dan berpendidikan tinggi. Dalam idealismenya tidak mengenal perjodohan dan kawin muda. Tapi saat wasiat  bapak sebelum meninggal mengharuskannya menikah dengan anak sahabat bapaknya, seorang tuan tanah kaya raya bernama Raden Mas Aditya, maharani tidak punya pilihan. Pun saat dia harus melewatkan beasiswa S3 ke Harvard University dan harus mengandung. Drama kehidupannya dimulai saat ditemukannya sel kanker di payudaranya. Operasi pengangkatan payudara pun dilakukan, suaminya ikhlas menerima kondisi Maharani dengan satu syarat, dia akan menikah lagi.
All Rights Reserved
Sign up to add Maharani to your library and receive updates
or
Content Guidelines
You may also like
You may also like
Slide 1 of 7
Senja untuk Genta cover
His Bride || AU ✔️ cover
Bittersweet Love (Complete) cover
Get to Fiance [END]  cover
JodohKu Milyader (COMPLETED)  cover
AKSARALETTA cover
Best Of Name (END) cover

Senja untuk Genta

34 parts Ongoing

Senja Maharani. Mahasiwi jurusan Ilmu Komunikasi, berusia 20 tahun. Seorang anak tunggal yang telah kehilangan kedua orang tuanya. Memyambung hidup dengan bekerja part time di dua tempat membuat IPKnya turun. Penurunan IPK membuat beasiswanya terancam. Mau tak mau ia harus mencari donatur yang bisa membuatnya tetap melanjutkan kuliah. Dekan di Fakultasnya menawarkan seseorang yang bisa menjadi donaturnya. Mau tak mau Senja pun menyanggupi. Yang jadi masalah, syaratnya adalah ia harus menikah dengan keponakan sang dekan yang rupanya penyandang disabilitas... ~Senja Maharani~ Sabar, Nja... yang penting sampe wisuda aman... selesai kukiah bisa dinego kalau mau pisah... yang penting gak bayar kosan sama gak makan mie instan... Lagian tuh om-om juga buta... mana tahu kan dia gue ngapain aja... ~Genta Wira Atmaja~ Saya memang buta. Tapi saya tidak bodoh. Jangan kamu pikir saya akan melepaskan kamu setelah kuliah kamu beres. lalu satu hal lagi, berhenti panggil saya, 'om'! Usia kita cuma beda 13 tahun.