Secangkir Peluk

Secangkir Peluk

  • WpView
    Reads 500
  • WpVote
    Stemmen 34
  • WpPart
    Delen 4
WpMetadataReadLopende
WpMetadataNoticeLaatst gepubliceerd zat, sep. 3, 2016
WpInfo
Fictie
Romantiek
Setelah mengucap janji pada dirinya sendiri, Alan tahu persis, haluan hidupnya telah berputar. Ia harus meninggalkan segalanya di belakang tanpa menoleh, agar kakinya dapat berpijak mantap. Menjalani hidup baru yang independen, ditemani kepulan asap dari secangkir kopi hitam yang menghangatkan rongga kosong hatinya, seseorang mengetuk pintu, membawa cangkir baru. Menawarkannya. •°•°• "Mungkin yang kamu butuhkan bukan secangkir kopi hitam itu, Lan." Alan berdecak kesal. Orang ini benar-benar bebal! "Tolong, hubungan kita ini profesional. Tidak ada panggilan akrab." Wanita itu meraih kopi hitamnya di atas meja, lalu menghabiskannya sekaligus. "Tuh, kan. Saya benar." Alis tebalnya bertaut, dahi Alan pun berkerut dalam. Alih-alih menjawab, sosok itu spontan melakukan hal yang membuat Alan ingin menenggelamkannya ke dasar laut saat itu juga. "Yang kamu butuhkan itu... secangkir peluk, Alanis." [] Work by @deepintominds. Inspired from true events Aug 28th 2016
Alle rechten voorbehouden
#510
kopi
WpChevronRight
Word lid van de grootste verhalengemeenschapOntvang persoonlijke verhaal aanbevelingen, sla je favorieten op in je bibliotheek en geef commentaar en stem om je gemeenschap te laten groeien.
Illustration

Je bent misschien ook geïnteresseerd in

  • Seperempat Aku dalam Dunianya
  • The Chronicle of 35 year old woman
  • Masuk ke dalam Novel BL?! [BLUELOCK]
  • Lamar Gue!
  • Dua cangkir satu Meja
  • My Cold Boyfriend
  • obsessed (nagireo)
  • Love Locked Out [END]
  • ALTERNATE UNIVERSE
  • take away

Kalau ini cerita cinta, kenapa kadang rasanya kayak lagi lomba lari estafet, tapi pasanganmu lupa gilirannya? Ini bukan kisah cinta ideal. Bukan juga cerita bahagia yang dari awal udah cocok lalu langsung bahagia selamanya. Ini kisah tentang seseorang yang mau banget dimengerti, tapi jatuh cinta pada seseorang yang masih belajar ngerti dirinya sendiri. Perempuan yang dulunya skeptis soal cinta (karena pernah patah di tempat yang dalam) akhirnya jatuh hati pada laki-laki yang... ya gitu deh. Kadang bikin senyum, kadang bikin overthinking sampe lupa password Wi-Fi. Tapi bukan berarti dia nyerah. Karena ternyata, seperempat tempat di hati seseorang kadang cukup buat bikin kita mau tinggal. Meski penuh tanya. Meski harus kuat sendiri lebih sering dari yang diharapkan. ___________ Peringatan⚠️ Baca cerita ini bisa bikin senyum-senyum sendiri dibeberapa halaman, perasaan "duh, relateable banget sih" di pertengahan, dan keinginan ngetik chat panjang buat seseorang diakhir cerita. Tapi tenang, nggak ada yang nyuruh kamu tekan tombol kirim.

Meer details
WpActionLinkInhoudsrichtlijnen