Story cover for Secangkir Peluk by deepintominds
Secangkir Peluk
  • WpView
    Reads 485
  • WpVote
    Votes 34
  • WpPart
    Parts 4
  • WpView
    Reads 485
  • WpVote
    Votes 34
  • WpPart
    Parts 4
Ongoing, First published Aug 28, 2016
Setelah mengucap janji pada dirinya sendiri, Alan tahu persis, haluan hidupnya telah berputar. Ia harus meninggalkan segalanya di belakang tanpa menoleh, agar kakinya dapat berpijak mantap.

Menjalani hidup baru yang independen, ditemani kepulan asap dari secangkir kopi hitam yang menghangatkan rongga kosong hatinya, seseorang mengetuk pintu, membawa cangkir baru. Menawarkannya.

•°•°•

"Mungkin yang kamu butuhkan bukan secangkir kopi hitam itu, Lan."

Alan berdecak kesal. Orang ini benar-benar bebal!

"Tolong, hubungan kita ini profesional. Tidak ada panggilan akrab."

Wanita itu meraih kopi hitamnya di atas meja, lalu menghabiskannya sekaligus. 

"Tuh, kan. Saya benar."

Alis tebalnya bertaut, dahi Alan pun berkerut dalam. Alih-alih menjawab, sosok itu spontan melakukan hal yang membuat Alan ingin menenggelamkannya ke dasar laut saat itu juga.

"Yang kamu butuhkan itu... secangkir peluk, Alanis."


[]


Work by @deepintominds. Inspired from true events

Aug 28th 2016
All Rights Reserved
Sign up to add Secangkir Peluk to your library and receive updates
or
#5teh
Content Guidelines
You may also like
The Disappearance of Butterfly by theodorusjodi
25 parts Complete
Entah mengapa semua kejadian menarik yang melibatkan kamu hampir selalu terjadi disaat senja menjelang. Satu hal yang tidak biasa dengan reaksimu ketika melihat seekor kupu-kupu yang terbang melintasi ruang kosong diantara kita berdua. Kamu menutup mata dengan kedua tanganmu melindungi kepalamu dan bergerak kesana kemari seakan mengusir kupu-kupu itu untuk pergi. Aku sempat berpikir, sepertinya ada sesuatu yang membuatmu benci akan satu hal, tapi apa ? Aku hanya melihat seekor kupu-kupu. Memang apa yang salah dengan seekor kupu-kupu ? Tanpa melanjutkan dan mencari tahu lebih dalam lagi, kupu-kupu itu terbang dan begitu juga dengan kamu yang pergi berlawanan dari arah kupu-kupu itu menghilang. Aku teringat ketika teman baikku pernah berkata, "Kamu bisa bebas pergi seperti burung, hanya saja, jangan lupa untuk pulang." Malam ini, langit hampa tak berbintang, dan hal yang paling indah adalah ketika aku melihat tawamu yang disinari oleh cahaya dari api unggun seakan membakar suasana dingin yang diselimuti oleh hawa panas dari api unggun. Aku suka caramu ketika kamu menunjukkan kepada dunia bahwa kamu sudah merasa nyaman, dengan tersenyum sepanjang waktu. Adik, kamu sedang apa disana ? Nampaknya kehidupanmu lebih tenang dari apa yang sedang kakak jalani disini. Aku sedang memiliki banyak masalah, disamping satu hal yang sedang aku pikirkan. Aku lelah. Mau bantu aku untuk mencari jalan untuk bertemu denganmu ? Tapi aku tidak mau membuat papa dan mama sedih dan merasa kehilangan lagi. One day I will sing for you from the deepest of my heart. So please come to me, so I can get your faith and let me be your man. Disaat itu memang aku lebih menghargai mimpi Tapi sekarang, aku lebih menghargai hidup. Kamu tidak perlu lagi untuk takut dengan kupu-kupu, karena aku lebih takut dengan kepergianmu. Pengagum Pembenci Kupu-Kupu, 2017
ALTERNATE UNIVERSE by ribkadel
7 parts Ongoing
A spinoff from One Kiss. = Ini ceritanya Hani, temennya Bella di kantor. Cerita Hani yang pusing karena mantan pacarnya yang ngeselin itu, bakalan masuk kantornya juga. Hani yang gak punya pilihan lain selain cari pacar boongan. Lewat akun alternya di twitter. === "Nama lo beneran Leo?" "Emang nama lo beneran Hani?" Ini sudah ditanya di chat dan Hani sudah menjawab. Tapi dia mengulang lagi. "Iya, kan gue udah bilang. Perlu gue tunjukin KTP sekalian?" Pria itu tersenyum sambil menggeleng. ".Sebenernya di nama gue ga literally 'leo' sih, tapi yaaaa, udah kebiasa dan emang nama panggilannya itu." "Emang panjangnya apa?" Hani udah bilang kan dia kayaknya emang tipe cowok yang flirty? Kali ini juga dia tidak melepaskan kesempatan itu. "Leoooo-ve youuuu." Biasanya Hani akan mendengkus atau menganggap lalu - bahkan kadang ngerasa cringe sama jokes kayak gitu - tapi kali ini dia malah tersenyum. Dan deg-deg an dikit. "Anjir geli." katanya di sela senyumnya, dan pria itu tertawa. Aduh, gawat! Ini gawat banget! Kenapa gue kek cewek tersipu-sipu gini? "Kalo lo nama panjangnya apa?" "Hania. Tapi ada a-a nya juga sih. Hania Andiny." "Pake i atau pake y?" "Pake i, kecuali Andiny tuh yang terakhirnya malah huruf y." Pria itu terlihat mengangguk-angguk, seperti baru mengkonfirmasi pemahamannya sendiri. "Fun fact, di bahasa Mandarin tuh huruf d dibacanya jadi t. Pantesan lo kecil." "Hah?" "Iya. Kecil tapi manis. Namanya aja honey and tiny." Hani, menurut gue lo gak akan bisa selamat dari cowok ini. === A new story in 2024. All right reserved. Please respect yourself by not copy the story, partly or whole, thank you. Image from Weheartit with adjustment and edited using Canva. --- Contact me through Twitter or Instagram: ribkadel. Or on my IG account for writing only, at ribkadels --- Ongoing stories: + Alleindra + Mauka Makai + One Kiss + Hardest To Love + Collide + Wicked Games --- Start from 03.07.24
You may also like
Slide 1 of 10
Kopi & Deadline (On Going) cover
The Disappearance of Butterfly cover
Retrocession (PUBLISHED) cover
Requisition (PUBLISHED) cover
Nona Teh dan Tuan Kopi [TERSEDIA DI TOKO BUKU] cover
Mamma Mia! (Aku Patah Hati) || TELAH TERBIT cover
ALTERNATE UNIVERSE cover
You Came Back [PRIVATE] #2 cover
take away cover
Sugar Daddy18+ END [✓] cover

Kopi & Deadline (On Going)

6 parts Ongoing

Bukan karena lambat bekerja, Ara lembur lagi bagai kuda. Ara duduk sendiri di cubicle, mata lelah, kopi sachet ketiga di tangan, layar laptop menyala dengan file yang hampir rampung. Ingatkan Ara sekali lagi bahwa kerjaannya 'hampir rampung'. Dia menatap layar, lalu menarik napas panjang, "Aku nggak tahu lagi ini kerjaan atau penyiksaan... Tapi besok pagi harus submit, kalau nggak... ya biasa, dapat teror halus dari atasan." Dulu waktu kecil, Ara selalu mengganggap orang yang pulang kantor sampai pukul 12 malam atau pagi buta adalah orang-orang keren. Iya keren, keren keramnya sebadan-badan. Ara menarik napas panjang untuk kesekian kalinya, "Aku gila deh kayaknya, masa dulu kerjaan kayak ginian aku bilang keren." Di sela kelelahan itu, Ara mengenang tempat ngopi yang pernah dia datangi dua minggu lalu-tempat yang jarang dia datangi sebelumnya, tapi entah kenapa, wajah sang barista masih lekat di kepalanya. Dia pernah bilang ke dirinya sendiri , "Aku nggak punya waktu buat cinta." Tapi sejak ketemu cowok itu... apa kalimat yang digaung-gaungkan Ara mulai retak? GA MENERIMA NAMANYA PENJIPLAKAN YA EGE, NYARI IDE ITU GA MUDAH‼️