Secangkir Peluk

Secangkir Peluk

  • WpView
    Reads 490
  • WpVote
    Votes 34
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Sep 3, 2016
Setelah mengucap janji pada dirinya sendiri, Alan tahu persis, haluan hidupnya telah berputar. Ia harus meninggalkan segalanya di belakang tanpa menoleh, agar kakinya dapat berpijak mantap. Menjalani hidup baru yang independen, ditemani kepulan asap dari secangkir kopi hitam yang menghangatkan rongga kosong hatinya, seseorang mengetuk pintu, membawa cangkir baru. Menawarkannya. •°•°• "Mungkin yang kamu butuhkan bukan secangkir kopi hitam itu, Lan." Alan berdecak kesal. Orang ini benar-benar bebal! "Tolong, hubungan kita ini profesional. Tidak ada panggilan akrab." Wanita itu meraih kopi hitamnya di atas meja, lalu menghabiskannya sekaligus. "Tuh, kan. Saya benar." Alis tebalnya bertaut, dahi Alan pun berkerut dalam. Alih-alih menjawab, sosok itu spontan melakukan hal yang membuat Alan ingin menenggelamkannya ke dasar laut saat itu juga. "Yang kamu butuhkan itu... secangkir peluk, Alanis." [] Work by @deepintominds. Inspired from true events Aug 28th 2016
All Rights Reserved
#172
past
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Mamma Mia! (Aku Patah Hati) || TELAH TERBIT
  • The Chronicle of 35 year old woman
  • Nona Teh dan Tuan Kopi [TERSEDIA DI TOKO BUKU]
  • The Disappearance of Butterfly
  • Masuk ke dalam Novel BL?! [BLUELOCK]
  • Kopi & Deadline (On Going)
  • Dua cangkir satu Meja
  • Dua Dalam Secangkir Kopi
  • ALTERNATE UNIVERSE
  • obsessed (nagireo)

WARNING 21+ MOHON KEBIJAKANNYA DALAM MEMBACA. [Bukunya sudah terbit! Akan di repost versi Online] "Apa kamu selalu mendiskusikan hal-hal sensitif dengan mama kamu?" "Of course." "Tentang sex juga?" Ariana diam, matanya memicing menatap pria itu sinis. "Selalu ada yang tidak bisa kita bicarakan ke beberapa orang." "Exactly!" Pria putih di hadapannya menepuk tangan sekali, "karena sex hanya akan kamu bicarakan dengan pasangan. Bukan yang lain." Dia meneguk minumannya lagi. "Teman tidur, juga termasuk kan?" Ariana masih gak mau kalah. "Mau sampai tua kamu panggil partner hidupmu sebagai teman tidur? Do nothing, have nothing? Selain sex?" "Namanya teman, bisa diajak nonton, curhat, jalan-jalan." "Maksa!" Ariana melotot. ____ Ini tentang Ariana. The Alpha Woman, manusia paling moody se-novel ini. Perempuan mandiri dengan mulut paling ceplas ceplos & pedes seperti maicih level 15. Anti jatuh cinta, penganut kebebasan absolut. Lahir dan besar tanpa sosok seorang ayah, menjadikan Ariana gadis tangguh seperti mamanya. Heartbreaker cowok-cowok, gadis penakluk yang ganjen, ngeselin namun elegant pada waktu yang tepat. Tapi tiba-tiba The Alpha Woman ini mengeluarkan quotes dalam akun instagramnya, "I hard to fall, when I fall down. I fall deep." Kontan membuat keempat sahabatnya kepo setengah hidup, The Alpha Woman ini sedang dihinggapi virus merah jambu kah?

More details
WpActionLinkContent Guidelines