Reminisensi

Reminisensi

  • WpView
    Reads 157
  • WpVote
    Votes 12
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Feb 9, 2018
Kara itu bodoh. Iya, dia melepaskan saat ia membutuhkan. Kara itu cewek paling kekanakan. Iya, dia meninggalkan tanpa kejelasan. Kara itu egois. Iya, dia melupakan tapi selalu mengharapkan. Tapi, Kara itu tulus. Dia memutuskan Dafa karena 'kemungkinan' selalu ia takutkan. Kara takut terluka, jadi sebelum ia terluka, dia memilih melukai Dafa. Tapi tidak satu haripun Kara tak meyesal. Ia gagal Move On. Bahkan disaat dia yakin dia sudah lupa dengan Dafa, cowok itu muncul dihadapannya tiba-tiba. Kalau sudah begitu, Kara mana bisa move on! Yang ada dia terus aja melakukan Reminisensi meskipun ia tahu itu menyakitkan dirinya sendiri. "Kamu yang udah nyakitin aku. Kalau ada diantara kita yang harus menghindar saat bertemu kembali, itu harusnya aku, bukan kamu" Dafa
All Rights Reserved
#80
balikpapan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Betrayal of love
  • The Cruel Boy
  • Leave Me Alone
  • Dek Istri 21+
  • Hope Was My Mistake
  • Dimana Letak Kebahagiaan Itu?
  • MENIKAH KARNA DENDAM (COMPLETED)
  • Surrogate Wife [END]
  • ALKARA ( TAMAT)

"Kamu mengharapkan apa Valeska?, akulah yang disayangi oleh Ashvin" Ucap Amara dengan senyum licik "Baiklah, kita lihat saja nanti" Balas Valeska santai, lalu pergi begitu saja meninggalkan Amara sendiri, perlakuan tersebut membuat amarah Amara semakin membuatnya dendam. . . . . . Jangan lupa follow ig :matcharasa_1rumput Untuk mengetahui kelanjutan cerita iniii Kira kira gimana ya kelanjutannya???ayo di baca jgn lupa vote yaa trus komen, klo ada yg salah maklumin baru pertama nulis, klo ada yg salah komen yaa nanti di perbaiki

More details
WpActionLinkContent Guidelines