Reminisensi

Reminisensi

  • WpView
    Bacaan 160
  • WpVote
    Undian 12
  • WpPart
    Bahagian 4
WpMetadataReadSedang Ditulis
WpMetadataNoticeTerakhir diterbitkan Jum, Feb 9, 2018
WpInfo
Fiksyen
Romantika
Kara itu bodoh. Iya, dia melepaskan saat ia membutuhkan. Kara itu cewek paling kekanakan. Iya, dia meninggalkan tanpa kejelasan. Kara itu egois. Iya, dia melupakan tapi selalu mengharapkan. Tapi, Kara itu tulus. Dia memutuskan Dafa karena 'kemungkinan' selalu ia takutkan. Kara takut terluka, jadi sebelum ia terluka, dia memilih melukai Dafa. Tapi tidak satu haripun Kara tak meyesal. Ia gagal Move On. Bahkan disaat dia yakin dia sudah lupa dengan Dafa, cowok itu muncul dihadapannya tiba-tiba. Kalau sudah begitu, Kara mana bisa move on! Yang ada dia terus aja melakukan Reminisensi meskipun ia tahu itu menyakitkan dirinya sendiri. "Kamu yang udah nyakitin aku. Kalau ada diantara kita yang harus menghindar saat bertemu kembali, itu harusnya aku, bukan kamu" Dafa
Hak Cipta Terpelihara
#95
kara
WpChevronRight
Jom sertai komuniti bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang diperibadikan, simpan cerita kegemaran anda ke dalam Pustaka anda, serta beri komen dan undi untuk mengembangkan komuniti anda.
Illustration

Anda juga mungkin menyukai

  • My (boy) Friend | Bbyu Vol.1
  • Leave Me Alone
  • MENIKAH KARNA DENDAM (COMPLETED)
  • Dek Istri 21+
  • Betrayal of love
  • Ex Wife's Revenge #Completed
  • Surrogate Wife [END]
  • CEO Sombong || End (Remake)
  • What Do You Want? [END]

[ C O M P L E T E D ] Butuh waktu sepuluh tahun untuk gue bisa mengungkapkan apa yang selama ini gue pendam. Rasa sayang gue terhadap kara -Nata "cewek bar-bar yang selalu gue kagumi walau saat dia bangun lengkap dengan ilernya, entah sejak kapan tapi rasanya sudah lama sekali, sesuatu berubah dalam hati gue, gue akan marah saat ada hal yang mengganggu kara, hati gue ikut nyeri saat liat kara meneteskan air mata. Gue gak yakin kemana arah hati gue, yang jelas, gue ingin kara selalu disamping gue dan memastikan dia baik-baik aja" "Nata, sosok pengganti ayah yang dengan mudahnya melekat dihati gue. Gue gak yakin bisa melalui hidup gue kalo nata gak ikut andil di dalamnya, seorang yang tau gue setelah ibu dan diam-diam hidup gue bergantung sama dia. Gak pernah kelintas sedikitpun dibenak gue tentang bagaimana jadinya hari yang bakal gue lewatin tanpa nata"

Maklumat lanjut
WpActionLinkGaris Panduan Isi