Reminisensi

Reminisensi

  • WpView
    Reads 157
  • WpVote
    Votes 12
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Feb 9, 2018
Kara itu bodoh. Iya, dia melepaskan saat ia membutuhkan. Kara itu cewek paling kekanakan. Iya, dia meninggalkan tanpa kejelasan. Kara itu egois. Iya, dia melupakan tapi selalu mengharapkan. Tapi, Kara itu tulus. Dia memutuskan Dafa karena 'kemungkinan' selalu ia takutkan. Kara takut terluka, jadi sebelum ia terluka, dia memilih melukai Dafa. Tapi tidak satu haripun Kara tak meyesal. Ia gagal Move On. Bahkan disaat dia yakin dia sudah lupa dengan Dafa, cowok itu muncul dihadapannya tiba-tiba. Kalau sudah begitu, Kara mana bisa move on! Yang ada dia terus aja melakukan Reminisensi meskipun ia tahu itu menyakitkan dirinya sendiri. "Kamu yang udah nyakitin aku. Kalau ada diantara kita yang harus menghindar saat bertemu kembali, itu harusnya aku, bukan kamu" Dafa
All Rights Reserved
#80
balikpapan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • My MonsterBass Is My Moodboster [COMPLETE]
  • What Do You Want? [END]
  • CEO Sombong || End (Remake)
  • The Cruel Boy
  • Hope Was My Mistake
  • ALKARA ( TAMAT)
  • Dimana Letak Kebahagiaan Itu?
  • MOMENT[On GOING]
  • Mantan Istri Meminta Nafkah Batin (TAMAT)
  • Betrayal of love

Mungkin memang melupakan masa lalu membutuhkan seseorang untuk move on. Seperti yang dialami Divya Aurora, merasakan trauma pada masalah cintanya. Divya ditinggal Tama tanpa alasan yang pasti, padahal mereka sudah pacaran selama tiga tahun. Divya galau berat sampe berubah menjadi pendiam, dingin dan keras kepala. . Rado anak band, berbadan tinggi, berkulit putih dan memiliki rambut gondrong datang membawa cinta yang baru untuk Divya. Seolah berusaha mengambil hati Divya dengan segala pesonanya. Dan mengembalikan Divya menjadi periang dan mudah tersenyum. Namun semudah itukah Divya melupakan bayang-bayang masa lalunya? Semudah itukah hati Divya takluk dalam pelukan Rado? . Semakin lama Divya dan Rado saling mengenal satu sama lain, semakin membuat mereka saling nyaman. Hari-hari Divya kembali berwarna. Namun, perlahan juga banyak perubahan terjadi dalam diri Rado membuat Divya merasa takut kehilangannya. Mungkinkah cinta datang pada orang yang tepat, namun cinta datang pada waktu yang tidak tepat?

More details
WpActionLinkContent Guidelines