Story cover for Littleworld by ledyanas
Littleworld
  • WpView
    Reads 443
  • WpVote
    Votes 87
  • WpPart
    Parts 7
  • WpView
    Reads 443
  • WpVote
    Votes 87
  • WpPart
    Parts 7
Complete, First published Aug 29, 2016
Jika kata bisa merubah dunia. Maka biarlah merka berpadu seperti pelangi yang indah. 

Ini hanyalah tulisan kecil dari sudut kamar peraih mimpi yang beringsut dari selimutnya mencari matahari 

Terimakasih sudah mau membaca 
*kiss kiss kiss *
All Rights Reserved
Sign up to add Littleworld to your library and receive updates
or
#395bunga
Content Guidelines
You may also like
From Leiden by rzkaldea
3 parts Complete
Di luar hujan rintik membasahi bentaran langit dan rerumputan yang tumbuh disekitar halaman dan ayunan. Entah pertanda apa yang mengundang cuaca sesendu hatiku selama 6 tahun silam. Senyuman-senyuman indah sudah kewajiban tersendiri bagiku untuk orang-orang yang kusayang disekelilingku. Semakin lama aku mengunyah makanan semakin deras pula hujan yang menyapa. Seperti ada yang tertarik untukku berlama-lama melepaskan kerinduan tersendiri untuk sahabat lamaku. sepertinya Allah sedang menunjukkan kesedihanku lewat cuaca. "Assalamuallaikum kio taufan." tiba-tiba suara pria mengetuk pintu rumah mereka. "Siapa itu hujan hujan bang?." tanya kiori dengan suaminya yang dia mulai berdiri untuk menuju pintu. Lalu tangan taufan cepat meraih tangan kiori agar kiori tetap berada di meja makan tetapi niatnya kuhentikan karna kulihat wajah dan mata mereka saling beradu seperti ada sesuatu yang mereka sembunyikan dariku. "Biar aku saja taufan yang membuka pintunya, akukan sudah selesai makan kalian lanjutkan saja makannya" kuraih handphoneku agar dapat berkaca untuk membenahi jilbabku yang tadinya rusak kurasa. Lalu ku buka pintu dengan pelan dan kulihat seseorang yang berdiri dihadapanku. "Asstaghfirullah Rifqy." bagaikan kilat yang menyambar jantungku, handphoneku pun terjatuh dari genggaman tanganku. "Dhe...a!" lalu dia berpaling dari hadapanku dan berlari di bawah derasnya hujan yang mengguyur halaman rumah sahabatku. berlalu menuju mobil dan sama sekali tidak mau melihatku. "Tunggu sebentar!" lalu kukejar dia mengarah mobilnya tetapi dengan tancap dia meninggalkanku dengan hujatan air hujan yang membasahi jilbab serta tubuhku, dibawah derasnya hujan yang menghujat perasaanku. Kutelungkupkan tangisanku dan rasa sesalku untuk mengejarnya, kulihat dengan samar alphard merah semakin meredup dan hilang di tikungan simpang empat. Tatap aku, rasakan tangisku rifqy....
You may also like
Slide 1 of 10
TAK SEINDAH JINGGA cover
Surat si Perindu Langit [REVISI] ✓ cover
"The Wind of Love in Hollywood" cover
From Leiden cover
From Me in Somewhere cover
Pagi cover
Evolusi Kata cover
Seventeen cover
Highway 1009 ||Sim Jaeyun - Jake|| (TERBIT) cover
Waktu Bagian Semesta cover

TAK SEINDAH JINGGA

5 parts Ongoing

Kamu sama persis dengan matahari di kala senja. Keindahan yang tidak akan bosan untuk di nikmati. Aku terlalu larut dengan keindahannya hingga melupakan jika matahari akan sulit untuk di gapai, bahkan jika aku bisa, maka aku akan kesakitan karena panasnya. Tidak, aku tidak sedang menyalahkanmu. Hanya saja, aku kurang suka dengan konteks alam semesta yang menjauhkanku darimu.