We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Sensei?
  • WpView
    Reads 422
  • WpVote
    Votes 43
  • WpPart
    Parts 18
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Sep 26, 2017
WpInfo
Fiction
Romance
"Gua tampan, baik ramah, pintar intinya sempurna.. tapi kenapa gua harus dapet guru baru yang ternyata seorang wibu?! Wahai kamisama kenapa kau mengutukku? Aku akan puasa nonton echi jika kau mengenyahkan guru itu!" -Alpha "Apa masalahnya jadi guru wibu? Bisakah kau panggil aku guru Otaku saja? Wibu terlihat kampungan." -Wisam "Kenapa aku bisa terjebak diantara dua mahluk ini tuhan?" -Drean Cerita seorang murid yang mendapat serangan dari guru wibu di sekolahnya. Genre : Drama, humor [garing kali], romance Warning : Terdapat unsur echi dan kata kata kasar
All Rights Reserved
#433
alpha
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Secretly Looking at You (END)
  • My Bad Student (Completed)
  • Bocah Wibu Kepleset Ke Isekai
  • ★BABY ZION★
  • Back Then, I Was Just A Child!
  • Kehidupan Dalam Paragraf (Part 1)
  • Pak Guru, Saranghae! (END)
  • BAD LOVE - Cerita Jadul Author Jaman SMP Alias JAMET Story 🫣
  • KENNARD - Living with the Bad Boy

"Ich liebe dich, Bapak Ridan." Tanpa malu, Anya mengucapkan hal itu. Ridan yang mendengarnya dibuat tertegun. Pasalnya, gadis remaja itu mengucap kata cinta padanya--guru yang memiliki perbedaan usia nyaris 20 tahun. "Dia lagi latihan buat drama, Pak," sahut Apin yang muncul dari belakang, langsung membekap dan memiting leher Anya, kemudian menyeretnya pergi. "Ada tugas dari guru Bahasa Indonesia." Pian merasa harus ikut andil untuk menghentikan tindakan Anya yang tiba-tiba itu. "Temanya ucapan kasih buat guru, sepertinya Anya salah paham sama penjelasannya. Permisi, Pak," jelas Pian yang bergegas pergi menyusul Anya dan Apin. Pipit yang berada di belakang mereka memandang Ridan dengan tajam. Ridan menghela napas, mulai lelah berurusan dengan siswa julid yang satu ini. "Kamu mau ngomong apa, Vitra?" "Makanya, Pak, cari pacar. Masa ditembak sama anak SMA," kata Pipit sebelum berlalu pergi dengan kedua tangan berada di saku celana. Ridan hanya bisa mendengkus dengan mulut terbuka. Sepertinya ia harus meninjau ulang keputusannya pindah ke SMA Merpati yang terasa seperti sebuah kesalahan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines