We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Change
  • WpView
    Reads 39
  • WpVote
    Votes 8
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Aug 31, 2016
WpInfo
Fiction
Romance
"Steve! Saya sudah capek sama kamu!" "Saya juga sudah capek denganmu Ana! Saya muak dengan semua ini! Hidup bersamamu adalah suatu bencana! Jika bukan karena anak itu?! Daridulu saya sudah mentalakmu Ana!" "Jika seperti itu maumu?! Saya akan mengikutinya! Dan anak itu akan saya bawa!" "Tidak! Saya yang akan membawanya! Kamu ingin membawa anak itu?! Kamu akan menghidupinya dengan apa?! Baka!" "Terserah apa katamu Steve! Saya tidak peduli! Saya akan mengusahakan segalanya! Lagipula saya yang melahirkannya! Jadi memang seharusnya saya yang berhak mengambil hak asuh anak itu!" "Tunggu saja keputusan hakim nanti! Ana!"
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Become an Extra or Main Character [END]
  • Andira [End]
  • Bersamamu
  • Living with Brothers  [TAMAT]✓
  • BarraKilla
  • S T E V E
  • My Doll {END}
  • ALEAGAS [END]
  • OUR PROMISE
  • Shafael's

Sebuah pertanyaan. Bagaimana caranya untuk bahagia? . . . Seorang perempuan yang hidup tanpa kebahagaiaan, kini mendapatkannya dengan mudah. Caranya? Tidak ada. Kebahagiaannya itu lenyap seolah ditelan bumi sejak ia lahir dan membuka matanya. Kehidupannya yang miris sungguh sangat disayangkan. Tapi, satu kejadian yang ia anggap itu adalah awal kebahagiaannya adalah... Saat ayahnya sendiri yang mengambil nyawanya. Sebuah kebahagiaan yang perempuan itu dapatkan sekian lama, akhirnya lenyap lagi karena suatu hal yang kembali terulang. Dalam mimpinya, seorang gadis memberinya harapan dengan hidup bahagia bersama orang-orang yang akan mencintainya. Tapi itu pun kembali lenyap seakan kebahagiaan enggan untuk dimiliki oleh perempuan itu. • • • Apakah kehidupan keduanya ini bisa menebus penderitaannya? Jika bisa, bagaimana cara mempertahankannya? Dan jawabannya selalu, TIDAK. • • • " Katanya, kebahagiaan tidak bisa terus dimiliki. Layaknya roda berputar, semua hal bisa didapatkan, meski itu hal yang tidak diinginkan. Semua hal yang didapatkan tidak akan selalu hal baik. Baik di dunia manapun, hal baik tidak selalu tetap. Itu bukanlah hal yang kekal. Tidak perlu juga mencari apa itu kebahagiaan dan bagaimana cara mendapatkan kebahagiaan. Karena saat mensyukuri semua yang kita miliki, saat itu juga kita akan merasakan kebahagiaan dengan cukup." Ucap seseorang yang sudah terbiasa menerima kebahagiaan selama hidupnya dan tidak pernah tahu apa itu kesengsaraan. . . . ⚠️⚠️⚠️ →Cerita ini murni hasil imajinasi saya sendiri❗ →Tidak menerima plagiarisme dalam bentuk apapun❗ →Mohon maaf jika mungkin ada beberapa kata yang kurang tepat atau salah pengetikan, dan juga mungkin ada kesamaan dalam nama atau watak karakter. ⚠️⚠️⚠️ ♡♡♡

More details
WpActionLinkContent Guidelines