My Life
  • WpView
    Reads 2,271
  • WpVote
    Votes 571
  • WpPart
    Parts 32
WpMetadataReadComplete Fri, Feb 9, 2018
Aku adalah perempuan,perempuan periang,yang selalu memberi senyuman manisku,aku suka hidup pelangiku,yang selalu dipenuhi dengan tawa,tapi,seketika hidupku berubah pelangi itu menghilang,kegelappan aku rasakan,semuanya kacau.. --Khiya-- Apa waktu bisa kuulang?apa semua yang terjadi bisa terulang?jika bisa,aku ingin mengubah semuanya,aku ingin ada disamping gadisku selalu,memberi kebahagiaan untuknya,tapi,aku bodoh,aku egois,membiarkan gadisku menderita,Tuhan maafkan aku.. --Kemal-- Penasaran? Baca Aja!. Vote And Comment Jngn Lupa!. Jngn Jdi Pembaca Gelap!. Heppy Reading Guyss...
All Rights Reserved
#161
bersambung
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)
  • langit biru
  • Can Be With Love ✅
  • Strong Girl Michella (END)
  • Broken
  • You're Here, But Not For Me
  • Di Balik Nama Zella
  • Become an Extra or Main Character [END]

sebelum baca, FOLLOW dulu gasii??? "Sayangkuu, cintakuu. Gimana dengan hari ini, hm? Are you happy?" "Seru dong, senang karena ada kamu, Ka. Hehe." Dulu, setiap percakapan kecil seperti itu mampu menyulap hariku jadi lebih indah. Tapi semua itu kini tinggal kenangan. Hubungan yang manis dan penuh tawa itu akhirnya harus berakhir, bukan karena cinta kami memudar, tapi karena kenyataan terlalu pahit untuk ditelan bersama. Aku masih mencintaimu. Masih ingin mendekat, masih berharap bisa kembali. Tapi jarak ini bukan lagi tentang raga-melainkan tentang takdir yang tak mengizinkan kita bersatu. Cinta kita besar, tapi tidak cukup untuk melawan kenyataan yang tak berpihak. Banyak halangan yang kucoba lalui demi kamu, demi kita... tapi ternyata semesta punya rencana lain. Kini, aku hanya bisa menatapmu dari kejauhan. Ingin kembali, tapi tak bisa. Ingin melepaskan, tapi hatiku belum rela. Satu kejadian itu-satu hari yang mengubah segalanya-telah memutus tali yang tak terlihat namun sangat kuat mengikat kita. Jika bukan karena kejadian itu, mungkin aku masih tersesat dalam hubungan yang samar: ada, tapi tak punya peran. Dulu aku memegang peran utama di hidupmu. Sekarang? Bahkan untuk menjadi figuran pun aku tak lagi layak. Kita pernah sangat dekat, tapi kini aku tahu... melepaskan sesuatu yang sudah terasa seperti rumah tidak akan membuat segalanya membaik. Bahagia tidak selalu datang setelah menjauh. Dan seringkali, hubungan yang tampak sempurna dari luar menyimpan luka yang tak pernah terucap. Aku tak menyangka semuanya akan berakhir seperti ini. Tapi yang sudah terjadi, biarlah terjadi. Meski begitu, kenangan itu-kenangan tentang hari itu-masih terpatri jelas di pikiranku. Hari saat aku sadar... cinta saja tidak cukup.

More details
WpActionLinkContent Guidelines