Story cover for Berdesik by Neps2707
Berdesik
  • WpView
    Reads 5
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
  • WpView
    Reads 5
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
Complete, First published Sep 01, 2016
Entah kapan hatiku mulai berdesik. Hati memang sulit untuk berbohong. Dihari-hariku selalu ada aja yang mempengaruhi ketenangan hatiku. Kadang aku bingung, siapakah yang harus di salahkan? Aku ataukah kehidupan?
All Rights Reserved
Sign up to add Berdesik to your library and receive updates
or
Content Guidelines
You may also like
ENDLESS SUFFERING [•Halilintar•] Empire Era by RedFlash_Nana
73 parts Ongoing
Bagaimana perasaan mu ketika kau hanyalah bocah polos tak berdosa berumur lima tahun , bukannya dibawa ke taman bermain penuh keseruan , tapi ke medan perang tempat mayat tergeletak sejauh mata memandang , tempat dimana kaki mu tak luput dari darah yang tergenang , dan tangan kecilmu menggenggam erat pedang ; dengan alasan berjuang demi tanah kekuasaan. Itulah yang Halilintar rasakan. Tak bisa dipungkiri jika dunia yang tak adil selalu memihaknya , memberatkan pundaknya , dan membebani jiwanya. Tidaklah salah ketika Halilintar sendiri bilang ia ingin menyerah , tapi apa? Ia tak berhenti melangkah karna apapun itu , selalu ada hal yang membuatnya harus dan harus untuk memenuhi segala hal. Dia hanya bocah kecil , yang dijadikan lelucon oleh semesta , dijadikan badut oleh dunia , dimana penderitaan itu , seolah tampak lucu dimata orang yang tak tau seberapa tebal topeng diwajahnya. Namun apa? Tak berhenti disitu , tak hanya fisik , mentalnya juga membeku ; mati dihantam tiap hitungan waktu. Tapi lagi lagi , tubuh itu bangkit setelah jatuh.. "Nyawa ayah prioritasku" "Jangan berpura pura , ibu. Jujur lah dalam membenciku" "Jangan bermimpi.. Aku tak pantas disebut kakak" "Aku mati pun , tak ada pengaruhnya untuk hidup kalian! Aku akan mati bahkan sebelum tangan kalian kotor oleh darah ku" "Jangan khawatir , aku sudah terbiasa" " ..... Benar benar terbiasa" Dan dibalik semua itu , ia tak sendirian. "Benar kan~Tuan~?" WARNING!! *KARAKTER DISINI MILIK MONSTA , ENDLESS SUFFER HAHYA MEMINJAM KARAKTERNYA SAJA (ADA BEBERAPA TAMBAHAN KARAKTER DARI AUTHOR) *DILARANG COPY KARNA SAMA DENGAN MENCONTEK! DIDUNIA DIMARAHI MASYARAKAT , DIAKHIRAT DIMARAHI MALAIKAT! *SILAHKAN BERI SARAN DENGAN SYARAT : SOPAN , TIDAK BERTELE TELE , DAN DENGAN BAHASA INDONESIA TENTUNYA *JANGAN LUPA VOTE DAN IKUTI TIAP BAB , OKE!?
You may also like
Slide 1 of 9
Aku, Mila. Dia, Aldi cover
Dendam Cinta Terlarang cover
Rahasia Boboiboy Gempa  cover
ENDLESS SUFFERING [•Halilintar•] Empire Era cover
L.O.S.T Don't Know How to Love cover
lost them (On Going)  cover
Semua Tentangmu cover
Mengembalikan Ikatan Persaudaraan (End) cover
Story Of Nine cover

Aku, Mila. Dia, Aldi

7 parts Complete

Terkadang kita terhimpit pada pilihan antara hati atau pikiran. Keduanya masuk akal. Keduanya bisa jadi sama-sama benar. Tapi, di saat harus memilih satu di antaranya, mana yang harus dipilih? "Aku, Mila. Dia, Aldi" akan menjawab pertanyaan di atas. Selamat membaca! Semoga dapat membantu dan menginspirasi. Terima kasih