25 bab Bersambung "They didn't fall in love. They were programmed."
- - -
Aeliana tumbuh sebagai wanita yang terlihat sempurna-tenang, cerdas, elegan.
Namun ada bagian dari hidupnya yang hilang. Dikubur terlalu dalam untuk diingat, terlalu berbahaya untuk digali.
Ketika bayangan masa lalu mulai bergerak, Ael menemukan dirinya terjebak dalam jaring rahasia bernama Proyek IRIS-sebuah eksperimen yang menyentuh batas kemanusiaan, emosi, dan kendali pikiran.
Di antara pengkhianatan, manipulasi, dan obsesi yang membara, Ael harus berhadapan dengan dua pria yang mengikat takdirnya:
Kael Renata-pria yang seharusnya ia lupakan.
Elion-pria yang menolak melepaskannya.
Di dunia tempat cinta bisa menjadi senjata, dan kebenaran berarti kematian, satu pertanyaan tak pernah berhenti menghantui:
Apakah emosi yang ia rasakan benar-benar miliknya-atau hasil dari sebuah proyek yang tak pernah gagal?
***
"Lepaskan aku," katanya tegas. "Kau tidak berhak mengatur hidupku. Atau hidup Kael."
Untuk sesaat, Elion terdiam.
Lalu rahangnya mengeras.
"Berhak?" ulangnya rendah.
"Aku yang memastikan namamu tidak dihapus saat eksperimen gagal. Aku yang mengalihkan perhatian sistem ketika datamu seharusnya dimusnahkan."
Ia mendekat lagi, suaranya nyaris geraman.
"Kau hidup karena aku mengizinkannya, Ael."
Napas Ael tersendat, tapi ia tetap menatap Elion-keras kepala, menolak runtuh.
"Kalau begitu bunuh saja aku," bisiknya. "Tapi jangan pakai Kael untuk mengendalikanku."
Detik itu juga, tangan Elion menegang.
Otot rahangnya menonjol. Matanya menyala oleh sesuatu yang lebih liar dari amarah-sesuatu yang mendekati kehilangan kendali.
- - -
Haloo teman-temaann, Cerita ini sama seperti sebelumnya, namun ada beberapa paragraf yag aku perbaiki dan terdapat sedikit perubahan Adegan dan Dialog, cuman ga ngerubah alur cerita kok.
Selamat Membacaa...