Married Without Dating - Sudah Terbit

Married Without Dating - Sudah Terbit

  • WpView
    Reads 99,304
  • WpVote
    Votes 972
  • WpPart
    Parts 12
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jan 15, 2022
WpInfo
Fiction
Romance
"Sepertinya bukan aku yang akan segera menikah, tapi kau," sahut Nino sambil menunjuk Rei. Rei malah tertawa menanggapi ucapan Nino. "Apa kau bercanda? Yang benar saja," sahut Rei geli tapi juga sebal. Kenapa dengan pria ini? Dia aneh sekali. Kenapa tiba-tiba dia menebak aku akan segera menikah? Apakah tadi di kafe dia salah makan? "Rei lihat wajahku! Apakah dengan raut wajah seperti ini aku terlihat sedang bercanda?" Sekarang Nino menunjuk wajahnya sendiri. Rei menelan saliva merasa sedikit ketakutan. Benar. Selama delapan tahun Rei kenal Nino memang seperti itulah wajah serius pria flamboyan itu. Tatapan matanya lurus tajam menatap si lawan bicara dan dahinya berkerut hingga alis tebalnya hampir menyatu satu sama lain, seperti itulah tampang serius Nino. "M_maksudmu apa Nino?" tanya Rei cemas. "Kau ingat Sandara gadis di Bali yang tidur denganmu?" "Sandara?" "Astaga, kau tidak mungkin lupa dengan gadis itu, bukan?" "Bukan begitu, tentu saja aku ingat, tapi aku baru tahu kalau gadis itu bernama Sandara." "Ya, Sandara atau Dara. Tidak penting nama gadis itu siapa. Yang lebih penting sekarang kau harus tahu kalau Dara hamil."
All Rights Reserved
#304
marriage
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • LEARA
  • Black Marriage [SELESAI] ✓
  • When A Woman, Fell In Love with "Her Husband"
  • Remember Me
  • A Feeling
  • I Love You But I'm Letting Go
LEARA

"Gue udah pernah bilang kan, jangan mainin bibir lo atau gue bener bener khilaf kali ini," bisik Lea tepat di telinga Rara. Dan boom wajah Rara seketika memanas merah padam, sialan Lea benar benar membuatnya gila. Setelah perasaan kecewa juga kesal yang di berikan sekarang perasaan senang yang ditorehkan. Setelahnya Lea manarik wajahnya dan "Jaketnya buat lo aja, siapa tau lo kangen sama gue lo bisa pake jaket gue." Melihat pipi merona gadis di depannya membuat Lea terkekeh. "Oh ya satu lagi, jangan pernah blushing di depan cowok lain. Karena gue ngga yakin iman mereka bisa sekuat gue buat ngga nyium pipi lo," Lea memang sialan setelah mengucapkan itu dia mengacak rambut Rara dan pergi ke lapangan indoor untuk melanjutkan bermain basket bersama temannya. "DASAR FAKBOI!" "HAHAHAHAHAHA OF COURSE I AM BABE!" Lea yang masih berjalan belum jauh dari Rara tergelak saat mendengar teriakan Rara untuknya. #1 Mine (2-04-20) DILARANG MEMPLAGIAT CERITA INI!! Semua orang punya karya jadi tolong hargai:)

More details
WpActionLinkContent Guidelines