Story cover for Jantung hatiku by aqillafadhiaraihan
Jantung hatiku
  • WpView
    Membaca 97,964
  • WpVote
    Vote 4,394
  • WpPart
    Bab 56
  • WpView
    Membaca 97,964
  • WpVote
    Vote 4,394
  • WpPart
    Bab 56
Lengkap, Awal publikasi Sep 02, 2016
Aqira ga akan pernah menyangka akan berakhir seperti ini. Ini bukan yang ia harapkan. Perjuangannya untuk bertahan dengan penyakitnya kini sudah diujung batas.

Jantungnya sudah tidak bersahabat lagi. Sakit yang sekarang ia rasakan, jauh lebih sakit yang biasanya ia rasakan. Darahnya pun terus mengalir dari hidungnya. Ia sudah menyerah, ia tak bisa berbuat apa - apa, tinggal kematian yang akan menemuinya. 

Ada satu orang laki - laki yang sedang ia tunggu, laki - laki yang sampai sekarang ga tau keberadaannya dimana. 

Siapa laki - laki yang Aqira tunggu? Apakah laki - laki itu akan menemui Aqira di hari terakhirnya?
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
Daftar untuk menambahkan Jantung hatiku ke perpustakaan kamu dan menerima pembaruan
atau
Panduan Muatan
anda mungkin juga menyukai
The Memory Between Us I LingOrm [Bahasa Indonesia] oleh shazzy1612
40 bab Lengkap Dewasa
Prolog - The Memory Between Us [Kenangan Antara Kita] Mereka bilang, waktu akan menyembuhkannya. Tapi dua tahun telah berlalu, dan Ling masih menatap keluar dari jendela kaca penthouse-nya, jemari menggenggam cangkir kopi dingin yang tak pernah ia habiskan. CEO. Pewaris. Tunangan dari seorang hantu. Dunianya runtuh sekali... Lalu kembali hancur saat ia dipaksa menikah dengan seseorang yang bahkan bukan miliknya sejak awal. Janji itu bukan untuknya. Pakaian itu juga bukan miliknya. Tapi nama di akta pernikahan? Ling Ling Kwong. Dan mempelai di sisinya? Orm. Tunangan adiknya. Itu seharusnya sementara. Sebuah kontrak. Hanya satu tahun untuk menjaga nama baik keluarga-lalu pergi. Tapi tak ada yang memberitahunya bahwa cinta tak tunduk pada kontrak. Dan tak ada yang memperingatkannya betapa kejamnya kenangan. Karena saat Ling akhirnya membuka hatinya lagi... Orm melupakan segalanya. Melupakan tawa mereka. Pertengkaran mereka. Janji mereka. Melupakan dirinya. Dan kini, Ling tak yakin masih punya kekuatan untuk kehilangan Orm sekali lagi. DISCLAIMER Cerita ini sepenuhnya fiksi. Tidak ada hubungannya dengan kejadian, individu, atau entitas di dunia nyata, baik yang masih hidup maupun yang telah tiada. Kesamaan apa pun hanyalah kebetulan belaka dan tidak disengaja. Ling Ling Kwong & Orm Kornnaphat, tentu saja, adalah gadis-gadis yang luar biasa dan tidak seperti karakter yang digambarkan dalam fanfiksi ini. Ingat, ini hanyalah fanfiksi! Selamat membaca! **Semua foto dikreditkan kepada pemiliknya masing-masing.
Jovanka dan Abang Kembar oleh LeenooYed
69 bab Bersambung
Hendra dan Narendra Dewantara terlahir dengan beban yang tak mereka mengerti. Sejak kecil, mereka harus mendengar bisikan-bisikan bahwa mereka adalah anak pembawa sial. Namun, di balik semua itu, mereka masih memiliki kasih sayang dari kedua orang tua mereka-setidaknya hingga bayi kecil itu lahir. Jovanka, adik bungsu mereka, hadir ke dunia dengan membawa perubahan besar. Kehadirannya mengubah segalanya. Orang tua mereka, Dewantara dan Cinthya, yang dulu begitu menyayangi mereka, perlahan menjauh. Semua perhatian, semua kasih sayang, semua harapan yang dulu diberikan untuk mereka, kini hanya tertuju pada satu sosok-Jovanka. Hendra dan Narendra tumbuh dengan kebencian yang tak mereka pahami. Bagi mereka, Jovanka adalah alasan mereka kehilangan orang tua. Bayi mungil itu adalah penyebab semua kehancuran. Maka, tanpa sadar, mereka ikut menjauh. Mereka membiarkan adik mereka tumbuh sendirian dalam dingin, tanpa pelukan hangat seorang kakak. Namun, waktu mengajarkan mereka banyak hal. Perlahan, kebenaran terungkap. Luka yang selama ini mereka kira milik mereka saja, ternyata juga terukir dalam diri Jovanka. Dan saat mereka menyadari itu, sudah terlambat. Adik mereka telah berjalan terlalu jauh dalam gelap, terjebak dalam luka yang tak pernah mereka lihat. Kini, di antara penyesalan dan keinginan untuk menebus segalanya, Hendra dan Narendra berjanji. Mereka tidak akan membiarkan Jovanka menghadapi semuanya sendirian lagi. Tidak peduli berapa banyak duri yang harus mereka lalui, tidak peduli seberapa terlambat mereka menyadarinya-mereka akan memastikan adik mereka tidak lagi merasa sendirian. Namun, apakah cinta dan penyesalan cukup untuk menyembuhkan luka yang telah terukir begitu dalam? Ataukah semua ini sudah terlambat? Karena tak peduli seberapa besar keinginan mereka untuk melindungi, pada akhirnya hanya ada satu pertanyaan yang harus dijawab: apakah seorang pangeran yang telah kehilangan mahkotanya masih bisa menemukan rumahnya?
anda mungkin juga menyukai
Slide 1 of 9
Collateral Hearts - LingOrm ( END ) cover
Melihat Cinta dalam Gelap cover
Bidadari dari Sarang Pelacur  cover
Tentang Lionel : Cerita dari Catherina cover
If Only.. (Seandainya..) I LingOrm cover
F E E L I N G ✔✔✔ [Lanjut; Feeling 2] cover
Takdir yang tak berpihak ( Versi Revisi)  cover
The Memory Between Us I LingOrm [Bahasa Indonesia] cover
Jovanka dan Abang Kembar cover

Collateral Hearts - LingOrm ( END )

35 bab Lengkap

( Girls Love - LingOrm ) Setelah 18 tahun menikah, pernikahan Ling dan Orm yang dulu penuh cinta kini berada di ambang kehancuran. Kesibukan pekerjaan, komunikasi yang memburuk, dan masalah lainnya perlahan membunuh kedekatan mereka. Mereka tinggal serumah, tetapi seakan hidup di dunia yang berbeda. Ling yang merupakan seorang dokter bedah selalu tenggelam dalam dunia medis yang penuh tekanan, menyelamatkan nyawa setiap hari namun tak menyadari bahwa pernikahannya sendiri perlahan sekarat. Sementara Orm, di balik sorot lampu kamera dan senyum yang selalu ia tunjukkan di layar kaca, menyimpan lelah dan kesepian yang tak pernah benar-benar bisa ia ungkapkan. Pernikahan mereka, yang dulu dilangsungkan secara diam-diam saat usia mereka masih muda, hingga kini tetap menjadi rahasia dari publik. Demi karier dan tekanan agensi, mereka memilih untuk menyembunyikan ikatan suci itu dari dunia luar. Bahkan, kelahiran anak perempuan mereka, Praewa, yang kini telah berusia 15 tahun, juga dijaga ketat dari sorotan media. Praewa tumbuh dalam keheningan, menyaksikan kedua orang tuanya perlahan menjauh meski masih dalam satu atap.