Ujung cinta Diamku

Ujung cinta Diamku

  • WpView
    Reads 517,833
  • WpVote
    Votes 26,949
  • WpPart
    Parts 26
WpMetadataReadComplete Sat, Sep 17, 2016
(Telah terbit) Pemeran utama dan judul diubah (sesekali cerita ini akan di hapus) Diam ini sangatlah sulit, sebab mengikutsertakan hati. Diamku adalah pilihan terbaik saat ini. Aku bertekad dengan kuat menahan rasanya demi menanti waktu yang tepat. Bukan karena menganggapmu tiada, tapi memang aku berusaha untuk tak mendekatimu dengan pandangan yang bisa menimbulkan zina. Diam menjadi pilihan terbaikku untuk mencintaimu. Aku selalu menyisipkan namamu diakhir sujudku, untuk menyakinkan diri bahwa diakhir penantian ini cerita kita menjadi Indah. Dalam lirih ada namamu tersisip diujung doaku. Berharap jika memang dirimulah yang ada di skenario Allah bersamaku. Jika bukan kamu, maka aku yakin mungkin ada orang lain yang diamnya untukku lebih indah dibandingkan diamku untukmu.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • She Is not Cleopatra
  • Halaqoh Cinta | ✅ [SUDAH TERBIT]
  • Setulus Kasih Aisyah [Terbit]
  • Ikhlasku Merelakanmu (END)
  • Mencintaimu Dalam Doa | END
  • MENCARI CAHAYA [PerCi||REVISI] ✅
  • Cinta Dalam Ikhlas (SUDAH TERBIT)
  • SELAKSA CINTA
  • Cintaku Hanya Untukmu Istriku

"Ketahuilah, apapun yang menjadikanmu tergetar, itulah yang terbaik untukmu! Dan karena itulah, kalbu seorang pencinta-Nya lebih besar daripada Singgasana-Nya."-Rumi ----- "Tuhan sedang menarikmu menuju apa yang menjadi rencana-Nya," ucapan itu membuat hatiku bergetar. Aku menatap mata coklat gelapnya sembari menahan perihnya darah segar yang mengalir di lengan kananku. Napasku tercegat saat aku menatap hanya debu dan pasir yang betebaran menutup arah penglihatanku. "apa kita bisa kembali?" tanyaku. Mata Zaidan menampakkan kilauan harapan seakan mengatakan "percayalah Tuhan akan mengirimkan seorang malaikat tanpa sayap untuk menolong kita" secara tersirat. Lantas ia mengangguk yakin menatapku. Aku terdiam saat suara itu terdengar jelas di telingaku, "طبيبة" teriakan itu menggema diantara puing-puing bangunan yang begitu memiluhkan. "Aisyah," panggilku memastikan. "ZHAFIRA!!! ZAIDAN!!!" "itu suara Yusuf," gumam Zaidan yang kubenarkan. "begitu dekat untuk meyakinkan hatimu akan bertahan kepada siapa." Aku terdiam tak menanggapi ucapan pria tampan ini. Hatiku kembali diragukan oleh perasaan cinta dan kekaguman pada makhluk-Nya. Ternyata benar apa kata Zaidan, bahwa Tuhan sedang menarikku menuju apa yang direncanakan-Nya. Dan kini adalah waktuku untuk menerima rencana itu dan memutuskan kemana hatiku akan berlabuh. ----- "Teruntuk dia yang ada dalam gemuruh porak porandanya padang pasir dan kisahnya, teruntuk seseorang yang melabuhkan perasaan dan melangitkan doanya dalam sebuah peradaban bumi para nabi. Aku hanyalah seseorang yang berusaha menjadi Kartini untuk menegakkan keadilan bagi perempuan dan menjunjung tinggi kedamaian di dunia. Aku tak memiliki banyak kekuasaan, karena aku bukan termasuk sederet perempuan sempurna Mesir dengan segala pesonanya. Aku bukan Cleopatra." -Zhafira Aisyah Farida-

More details
WpActionLinkContent Guidelines