R U N (Re-write) END

R U N (Re-write) END

  • WpView
    Reads 4,113
  • WpVote
    Votes 16
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jul 24, 2022
WpInfo
Fiction
Romance
Aku bukan gadis cantik ataupun popular, aku hanyalah gadis yang menyimpan seribu masalah. Rumah. Rumah adalah tempat yang tak ingin aku kunjungi. Apa tidak ada cara lain? aku masih kecil Ayah. "Aku ingin anakmu, bisakah aku membawanya?" "Pergilah selama kamu bisa." Aku benci diriku, kenapa aku bisa disini jika akhirnya aku seperti ini. Sampai akhirnya aku bertemu dengan dia yang merubah hidupku. Berawal dari perkenalan tanpa aku minta aku mengetahui namanya, dia selalu bisa menarik perhatianku, sampai akhirnya ada yang aneh didiriku. Dan... awal Pra-Mos aku meluapkan semua masalahku, orang yang berhasil meluapkan semua masalahku adalah dia. "aku deg-degan." "Kalo aku suka sama Nathan gimana?" Seiring berjalannya waktu aku mundur perlahan. Dan masalah bertubi-tubi muncul begitu saja tanpa aku mau. Aku menyerah, menyerah dengan keadaan.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Juan [REVISI]
  • ELGITA: Yang Tak Pernah Terucap (END)
  • BEDA DUNIA
  • GERA (SUDAH TERBIT)
  • BULAN [Selesai]
  • Air Mata Elara
  • Kamu 너는 -- Kenangan Tentang Luka Dan Cinta
  • The Cool BadBoy (REVISI)
  • Haruskah Mati? √PART LENGKAP [TERBIT]

Ini bukan kisah romansa dimana si pangeran sekolah jatuh cinta dengan primadona sekolah, bukan pula kisah si badboy yang jatuh cinta dengan seorang gadis polos, apalagi kisah si tukang bully yang jatuh cinta dengan korbannya. Sekali lagi ku ingatkan, ini bukanlah kisah romansa remaja masa kini. Kisah ini hanyalah perjalanan hidup seorang remaja dalam menjalani hidupnya. Ini kisah seorang remaja yang mencoba bertahan di tengah kerasnya dunia, dimana ketidakadilan benar-benar nyata. Cerita ini penuh dengan diskriminasi terhadap ia yang tidak 'sempurna'. Tentang mereka yang terjebak dalam nerakanya dunia. Tentang segala luka dan tangisan yang teredam. Tentang ketidakadilan yang ia rasa, sebab keadilan hanya milik mereka yang 'berpunya'. Kisahnya tidak berhenti di sana, sebab masih banyak luka yang akan ia rasa. Mereka yang ia harapkan dapat menyembuhkan luka, nyatanya hanyalah pemberi luka paling banyak. Ia hanya berharap hadirnya dapat diberi kasih, tapi bagaimana bisa jika hadirnya saja tak pernah diharapkan. Karena ia adalah hadir yang membawa luka. Jangan pikir bahwa ia tak pernah melawan, karena nyatanya, ia akan selalu melawan meski perlawanannya tak pernah membuahkan hasil. Sebab keadilan bukanlah miliknya. Memangnya apa yang bisa diharapkan di dunia ini? Jika memang masih ingin bertahan, maka jangan terlalu berharap kepada seseorang.

More details
WpActionLinkContent Guidelines