Everlasting Love ♡

Everlasting Love ♡

  • WpView
    LECTURAS 17
  • WpVote
    Votos 0
  • WpPart
    Partes 1
WpMetadataReadContenido adultoContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación dom, abr 2, 2017
Untuk seseorang yang sedang berdiri sendirian di tengah hujan, ... Aku tak pernah berpikir bahwa setelah ribuan hari rasa cinta ini masih tetap ada bahkan sepertinya ia bertambah kuat seiring berjalannya waktu. Hari ini Tuhan kembali mempertemukan kita. Aku tak perduli jika keadaan memaksamu menjadi orang lain Bahkan jika waktu membuatmu tak mengingatku sekalipun seperti hari ini. Aku hanya ingin kau tahu.. Gemuruh aneh dalam hatiku kembali muncul saat aku berhasil menatapmu lagi. Mungkin aku bisa melenyapkan bayangmu dari pikiranku Namun aku tak bisa berbohong.. jika hatiku masih menyimpan setiap getaran hebat yang dulu selalu kau berikan lewat tatapmu.
Todos los derechos reservados
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Jauh. Esok Nanti atau Selamanya
  • Traces in the Light
  • Erlangga
  • flashback~
  • You're My Heartstrings [SUDAH TERBIT)
  • Antara dosa dan Cinta Pertama
  • Regrets of Love

Bagaimana jika perasaan itu tumbuh tanpa izin, hadir tanpa undangan, dan tinggal terlalu lama dalam hati yang tak pernah disapa? Ini adalah kisah tentang mencintai dalam diam. Tentang seseorang yang tidak pernah diminta untuk datang, tapi jadi alasan untuk bertahan. Harapan yang disimpan rapi di pojok hati, tak pernah diminta untuk dibalas, hanya ingin dimengerti. "Jauh. Esok nanti atau selamanya" bukan sekadar cerita cinta. Ini adalah perjalanan jiwa-tentang perjuangan tanpa jaminan, tentang kehilangan tanpa kata, tentang kecewa yang tak terucapkan, dan tentang harapan yang tetap tumbuh meski tahu ia tak akan pernah dipetik. Jika kamu pernah berharap pada seseorang yang bahkan tak tahu kamu ada, mungkin cerita ini adalah tentangmu juga. Karena mencintai yang paling tulus, kadang justru tak perlu memiliki-cukup mengikhlaskan, dan diam-diam mendoakan.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido