Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.
 Baitan Rindu

Baitan Rindu

  • WpView
    Membaca 47
  • WpVote
    Vote 0
  • WpPart
    Bab 1
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Sel, Sep 6, 2016
WpInfo
Puisi
Mengapa pertemuan selalu menjanjikan perpisahan padahal perpisahan tak pernah berjanji akan sebuah pertemuan. Malam ini masih sama seperti malam kemarin yang senantiasa merindukan mentari. Dingin, semua terasa kaku dan membeku rindu itu seperti salju yang mengurung kehangatan. Membekukan kesunyian, menusuk sudut-sudut ruang hati. Aku tak dapat lagi menghitung ribuan mil laut yang aku arungi yang aku tau ketika aku terbangun kamu hanyalah sebuah cahaya mentari pagi yang menyambut tanpa wujud dan suara. Aku tak membenci keadaan yang membingkai kita dalam segi yang berbeda. Aku tak pernah mengutuk takdir yang menempatkan kita pada sisi dunia yang berbeda. Dan tak pernah berharap waktu berhenti dengan sebuah titik perpisahan. Aku hanya mengutuk rindu yang menjumpaiku disepanjang malam seperti angin yang memelukku erat sebab ia tak pernah menerbangkanku untukmu. ialah yang memporakporandakan lorong hati yang kosong.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • "Tatapan Terakhir yang Tak Kujadikan Pertanda"
  • Come Back!
  • Antara Aku Kau dan Rahasia
  • Catatan Dari Langit
  • | Ulfa Eliza | •End•
  • You are in my past and my future [END]
  • Aku Begitu Mengagumimu ♡ [BERES📖]

Malam itu, langit begitu gelap, hanya diterangi cahaya temaram dari lampu jalan yang menyinari setiap sudut kota. Aku berdiri di depan gerbang rumah, menatap ke arah jalan raya. Hatiku berdebar, ada semacam keheningan yang menyesakkan di dada. Kegiatan perpisahan di sekolah baru saja selesai, dan meskipun acara itu penuh tawa dan ceria, ada perasaan aneh yang mengendap di dalam diri. Mungkin ini karena aku tahu, hari itu akan menjadi hari terakhir kali kita bertemu dalam keadaan seperti ini.

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan