Fragile Inside

Fragile Inside

  • WpView
    Reads 287
  • WpVote
    Votes 29
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Sep 8, 2016
"Segala tentangnya begitu indah. Termasuk caranya menyadarkanku bahwa ia tidak menginginkanku. Sangat indah. Sempurna." - Melody Rana "Kenyataannya pun masih abu. Tidak jelas aku yang berdalih darinya atau sebaliknya." - Harry Pradata "Tatapannya selalu intens. Sial, aku merindukannya." - Rio Arrachna ••••••••• "Sekarang kalo udah begini keadaannya, gua mau tanya. Gua gimana Mel, gua gimana? Masa lalu lo yang lo nantiin setiap hari, setiap malam, kembali lagi ke kehidupan lo. Disaat satu atau dua langkah lagi kita bahagia sama-sama kenapa dia balik lagi? Waktunya bener-bener ga tepat. Dan sekarang pertanyaannya gua gimana? Gua gimana Melody .." lelaki dihadapanku sesekali meninggikan dan merendahkan suaranya sambil menyeka air matanya dengan sapu tangan yang aku berikan kepadanya 1 tahun yang lalu untuk kesekian kalinya. Aku membuatnya menitikkan air mata. Dan aku benar-benar tidak bisa berbuat apa-apa sekarang. Ingin menghapus air matanya pun aku tak kuasa. Dia menangis karenaku, dan akupun menangis karenanya dan juga karena seseorang yang sudah meninggalkan ku di masa lalu. Siapakah yang harus aku pilih? Lelaki yang sudah memberiku banyak pelajaran hidup dan sudah memberikanku apa arti kebahagiaan yang sebenarnya di masa lalu, atau lelaki yang selalu ada disisiku setiap aku membutuhkannya di masa-masa sulit ku?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • T I M E
  • Become an Extra or Main Character [END]
  • Hujan dan Pembencinya
  • Alice & Adrian
  • Memories in Moon
  • CATUR [END]
  • Hurt Love
  • Diantara Kalian
  • Struggled
  • PLUTO
T I M E

Pada dasarnya, semua yang kita harapkan belum tentu terjadi seperti yang kita harapkan. . Tak peduli seberapa jauh aku berusaha menggapaimu, kamu hanyalah sebuah mimpi bagiku. Mimpi yang sulit untukku gapai, karena kamu hanya sebuah ilusi yang hadir dipikiranku. -Aura Aerindia- Semuanya berhak bahagia. Dan aku, aku sudah cukup bahagia saat masih bersamamu. Meskipun akhirnya aku tidak pernah bisa memilikimu. Karena cinta adalah dusta. -Dafa Aldiasnyah Prasetyo- Jika ada suatu kesempatan, aku ingin bersamamu dengan waktu yang lebih lama lagi. -Seli Aurora- Aku tahu akan segera datang akhir bagi kita, tetapi apa aku bisa melepasmu? Segala kenangan remuk bagaikan kelopak bunga yang mengering. Apa ini mimpi? Atau memang nyata? Bahkan aku tidak dapat membedakan mana mimpi dan mana kenyataan. Karena semua ini terjadi begitu cepat, terjadi begitu tiba-tiba sampai aku sendiri tidak percaya dengan semuanya. Karena itu semua terjadi dengan seiring berjalanya waktu. .

More details
WpActionLinkContent Guidelines