We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
He Never Know

He Never Know

  • WpView
    Reads 549
  • WpVote
    Votes 152
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Oct 26, 2016
WpInfo
Fiction
Romance
Laki-laki itu tak akan pernah tau. Sebenarnya, aku masih mencintainya. Meski bumi dan langit tak merestui hubungan kita. Aku disini, di tempat yang sudah tak sama lagi. Namun, masih memiliki perasaan yang sama. Aku disini masih seperti pertama kali kita bertemu. Masih memendam rasa yang sama. Mencintaimu meskipun kau tak akan pernah tau. Ekspresi wajahku yang seakan akan telah melupakan mu sepenuhnya. Semakin lama semakin terasa menyesakan. Tidak sanggup berpura-pura lagi. Aku harus menyatakan bahwa aku, masih.. Masihh... Sangat, mencintai mu. Kau. Jangan melakukan apa pun. Cukup duduk disana dan mari kita saling memperhatikan satu sama lain dari jauh. Lalu perlahan saling melupakan. By. Arini
All Rights Reserved
#464
reallife
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • [END] WHAT WE HAVE PASSED TOGETHER?
  • DiRafa [ Huang Renjun ] END
  • Rasa Tanpa Kata
  • SANDI & FANYA
  • Kapan Kau Kembali?
  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)
  • Been You
  • SATELLITE
  • KEYLA

[FOLLOW ME BEFORE READING.] Apa yang akan dilakukan saat waktu hampir habis? Waktu yang selama ini tidak pernah berhenti, tiba-tiba mengajak untuk menghabisi dunia. Kau pikir, semuanya akan baik-baik saja. Sampai saat yang paling lama kau baru boleh pergi. Tapi tiba-tiba, kau teringat tentang waktu yang selama ini telah kau habiskan. Lalu menyesalinya. Seolah-olah kau ingin memiliki lebih banyak waktu lagi. Menurutmu, apa semuanya masih bisa baik-baik saja? Gilang memikirkan hal yang sama setelah ia mendapat tugas untuk menjaga saudara angkatnya. Bukannya apa-apa, Gilang hanya tidak mau menghabiskan waktunya yang tidak seberapa untuk tugas menjaganya itu. Ia juga tidak mau menyerahkan waktunya bersama orang lain. Bahkan sedetik pun. Tapi siapa yang tahu, Gilang malah jatuh cinta pada saudara angkatnya. Mati-matian ia berusaha agar Adin tidak balas mencintainya. Dan sekarang, semua terserah pada Gilang. Karena waktunya tidak bisa menunggu. Setidaknya, sampai mati. [PLEASE, DON'T COPY MY STORY.]

More details
WpActionLinkContent Guidelines