I Hope Can Freedom

I Hope Can Freedom

  • WpView
    Reads 7
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Sep 7, 2016
Di waktu kali ini aku selalu bersamanya sungguh menyenangkan bukan?, tetapi itu bukan yang aku maksud, aku sungguh ingin tidak akan bersamannya lagi. Karena jika aku terus menerus bertahan bersama dia aku akan menjadi orang gila, fikiranku terus tertuju dengan semua apa yang dia lakukan kepadaku. Itulah yang membuat otak dalam kepalaku ingin pecah, akupun selalu bertanya-tanya dalam setiap kefikiran dia. Ternyata aku merasa terkekang dengan sikap dia mana bisa aku bisa bertahan dengan dia kalau dia selalu mengekang ku seperti ini, tidak mengekang ku saja dia juga bisa-bisa menghina ku dengan ucapan-ucapan yang halus dari mulutnya tapi arti dari kata-kata yang diucapakan itu sangatlah menghinaku. Semua hal aku lakukan selalu salah dimata dia bukan cuma itu saja, jika ada acara apapun yang akan digelar aku tidak bisa mengikutinya karena dia yang tidak memperbolehkan aku mengikuti acara-acara tersebut. Aku selalu bertanya kepada waktu yang berjalan kapan aku bisa bebas dari dirinya sebab aku sudah tidak kuat mengahadapi sikap dia dan aku tidak mau ingin mendengar kata-kata yang keluar dari mulutnya itu menyebabkan aku ada dendam kepadanya. Harapanku kepada Tuhan salah satunya adalah aku ingin bebas dari dia, mungkin aku harus menjalani semua ini yang sudah kebetulan suatu saat akan ada jawaban dari harapanku itu. Akan indah pada waktu yang akan datang aku menunggu waktu indah itu datang kepadaku walaupun tidak secepat kilat yang melintas.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Cinta dan Takdir Rania [End]
  • Stuck In H2SO4~Completed
  • Perjalanan Cintaku...
  • Happier Than Ever [COMPLETED]
  • flashback~
  • aku atau dia? || Fenly Un1ty ||
  • Rindu yang berjarak
  • TEOLOGI CINTA
  • Love In Silence

❝Keputusan berat yang harus aku ambil, demi menjagaku juga menjagamu adalah menjauhimu. Bukan karena benci, tapi karena aku mencintaimu. Semata agar kau dan aku tidak terjerumus dalam syahwat yang hina.❞ Begitulah kutipan tulisan yang aku tulis dan kutujukan untuk seseorang, cinta pertamaku. Assalamu'alaikum ... aku Rania Andinadya. Jika kamu bertanya kisah ini mengisahkan tentang apa ... ini tentang perjalananku dalam menemukan hingga harus belajar mengikhlaskan cinta pertamaku. Aku, begitu mencintai dia. Namun anehnya, aku sama sekali tidak pernah berani mengungkapkan perasaanku padanya. Sampai suatu masa, ketika cintaku mulai terbalaskan, hidayah-Nya perlahan-lahan mengetuk pintu hatiku. Aku pun menyadari, aku dan dia tidak seharusnya sering berinteraksi, demi menghindari syahwat yang hina. Meski telah berhijrah, cintaku kepadanya masih sama. Dalam diam, aku tetap mencintai dan mendo'akan kebaikan untuknya. Tapi, siapa sangka takdir malah berkata lain. Setelah menjauhinya sebab cinta, ia telah menemukan pujaan hatinya. Lantas aku berusaha mengikhlaskan, meskipun ikhlas adalah suatu hal yang teramat pelik. Dan satu pertanyaan terus mengusik pikiranku ... mampukah aku mengikhlaskannya?

More details
WpActionLinkContent Guidelines