Jejak Keheningan [3]

Jejak Keheningan [3]

  • WpView
    Reads 25,543
  • WpVote
    Votes 2,502
  • WpPart
    Parts 20
WpMetadataReadComplete Thu, Jan 18, 2018
The Grudge Series #3 Dalam rangka mencari tahu si dalang berinisial "Mind", Jane dan kawan-kawan mulai melakukan pencarian tentangnya. Yang tak diduga, ternyata orang itu melakukan sebuah pertaruhan apabila mereka mau mencari tahu tentang dirinya lebih dalam. Mereka diminta untuk membuka kasus kematian sang penulis misteri muda dan naskah novelnya yang masih belum selesai. Kendati beresiko tinggi, keempat remaja itu tidak punya pilihan. Maka, mereka memulai perjalanan menuju Desa Lembayun demi menuntaskan kasus itu. Namun kasus itu tidak segampang yang mereka pikirkan. Apalagi saat identitas Sera dan Hans tengah terpojok, mungkinkah mereka masih mampu menghadapi kebenaran dibalik semua misteri itu?
All Rights Reserved
#285
kasus
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • {𝐄𝐍𝐃}Catatan Teman yang Sudah Mati
  • [TERBIT] High School of Mystery: Scarlet Case
  • The Seer's Blood
  • Lonceng Akhir yang Tak Pernah Berbunyi [TERBIT]
  • Kutukan Nada [2]
  • Kutukan Tumbal
  • [END] High School of Mystery: Crimson Case
  • WULAN [Dendam Kesumat Dari Masa Silam]
  • BOOK 1 MISSION SERIES: MISSION IN CASE (Pindah ke Innovel)

📖 𝗦𝗶𝗻𝗼𝗽𝘀𝗶𝘀 Satu kecelakaan... Lima sahabat... Dan sebuah rahasia yang seharusnya terkubur selamanya. Citra meninggal tragis dalam kecelakaan saat perjalanan sekolah. Semua orang bilang itu murni musibah. Tapi empat sahabat yang ditinggalkannya - Naya, Raka, Maya, dan Dion - tahu kenyataan tidak sesederhana itu. Empat puluh hari setelah kepergian Citra, akun media sosialnya tiba-tiba aktif kembali. Pesan-pesan misterius mulai masuk ke HP mereka, membongkar rahasia lama yang selama ini mereka pendam. Foto-foto yang tak pernah mereka ambil muncul. Suara-suara dari masa lalu terdengar kembali. Dan yang paling mengerikan: catatan harian Citra ditemukan di dalam loker sekolah - meski sudah dikuburkan bersama jasadnya. Satu per satu, mereka mulai kehilangan kendali. Rasa bersalah berubah menjadi teror. Persahabatan diuji. Kepercayaan terkikis. Dan ketika satu dari mereka menghilang tanpa jejak, sisanya harus memilih: menghadapi masa lalu... atau dikubur bersamanya. "𝘒𝘢𝘮𝘶 𝘱𝘪𝘬𝘪𝘳 𝘢𝘬𝘶 𝘴𝘶𝘥𝘢𝘩 𝘮𝘢𝘵𝘪? 𝘒𝘢𝘭𝘪𝘢𝘯 𝘴𝘦𝘮𝘶𝘢 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘮𝘦𝘮𝘣𝘶𝘢𝘵𝘬𝘶 𝘣𝘦𝘨𝘪𝘯𝘪." ---

More details
WpActionLinkContent Guidelines