We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Hai, selamat bertemu, lagi

Hai, selamat bertemu, lagi

  • WpView
    Reads 20
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Sep 8, 2016
WpInfo
Fiction
Romance
Via kecil berjalan di dek kapal, sambil diawasi oleh mama nya dari belakang. Anak perempuan berusia empat tahun ini menyusuri tepian kapal, membawa sebuah mainan pesawat terbang ditangannya. Seorang anak laki-laki yang berusia hampir sama dengannya menghampiri, mulai menyapa. Setelah cukup lama, mereka bermain bersama, saling tertawa bersama. Tanpa terasa tempat tujuan sudah hampir sampai. Via kecil dibawa kembali ke bus di dalam kapal oleh sang mama. Meninggalkan Arif yang masih terdiam disana.
All Rights Reserved
#96
temanmasakecil
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • janji kecil
  • Gema Hati Muda [ SELESAI]
  • Sebelum Kejadian Itu
  • sebenci itu??
  • Jodohku Pilihan Mama
  • Posesif Sister Laksani Natio

SMA selalu menjadi babak baru dalam kehidupan, penuh dengan tantangan, pertemanan, dan perubahan yang tak terduga. Bagi Reyhan dan nayla, ini bukan hanya tentang mengejar nilai atau menentukan masa depan-ini juga tentang menemukan kembali sesuatu yang sempat hilang. Dulu, mereka adalah teman masa kecil yang tak terpisahkan. Reyhan, anak laki-laki yang selalu penuh energi dan suka bercanda, selalu berhasil membuat Nayla tersenyum di hari-hari mereka di SD. Sementara Nayla, dengan sifatnya yang lembut dan sedikit pemalu, selalu menjadi satu-satunya orang yang bisa memahami Reyhan di balik sikap cerianya. Namun, waktu memisahkan mereka saat masuk SMP. Tanpa disadari, persahabatan yang dulu begitu kuat mulai terkikis oleh jarak dan kesibukan masing-masing. Kini, di SMA, mereka kembali bertemu di kelas yang sama. Namun, banyak hal telah berubah. Reyhan tidak lagi sekadar bocah ceroboh yang selalu tertawa, dan Nayla kini lebih dewasa serta sulit ditebak. Mereka masih ingat kenangan lama, tetapi pertanyaan besar muncul-apakah mereka masih bisa menjadi sahabat seperti dulu, atau justru sesuatu yang baru mulai tumbuh di antara mereka?

More details
WpActionLinkContent Guidelines